Menu

Sekeluarga Positif Terpapar Covid-19, Kota Padang Daerah Terparah

  Dibaca : 1024 kali
Sekeluarga Positif Terpapar Covid-19, Kota Padang Daerah Terparah
DATA PANTAUAN COVID-19 Provinsi Sumatera Barat

PADANG, METRO
Lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19) di Kota Padang semakin menghawatirkan. Apalagi dengan ditambahnya dua keluarga yang dinyatakan terpapar, membuat jumlah kasus positif corona di Kota Padang semakin melambung. Minggu (12/4), jumlah penambahan kasus postifif Covid-19 sebanyak 11 orang. Total warga Kota Padang yang positif saat ini sudah mencapai 30 orang.

Penambahan jumlah kasus yang cukup drastis tersebut, menjadikan Kota Padang sebagai daerah terawan penyebaran wabah virus corona dibandingkan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Dari 44 kasus positif di Sumbar, Kota Padang menyumbang 30 kasus.

Jubir Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan swab pasien di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran (FK) Unand yang keluar, Minggu (12/4) terbanyak tambahan pasien dari Kota Padang sebanyak 10 orang.

“Dari Kota Padang ada satu keluarga yang positif, sebanyak lima orang, tapi masih dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) sehingga mereka hanya isolasi mandiri di rumah yang diawasi secara ketat oleh tim kesehatan,” jelas Jasman Rizal.

Menurut Jasman, satu keluarga yang terpapar itu karena kontak dengan anggota keluarganya yang sebelumnya telah dinyatakan positif. “Salah seorang dari mereka juga berusaha dan berjualan di pasar Raya Padang dan sekarang tim kesehatan telah men-tracking (menelusuri) sejarah kontak mereka di pasar raya tersebut,” kata Jasman.

Sementara lima orang lainnya, pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah dirawat di RSUP M Djamil Padang.

“Pasien positif lainnya itu, satu orang dari Mentawai berstatus mahasiswi di Jakarta. Yang bersangkutan dirawat di RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai dan diawasi ketat oleh tim kesehatan,” tambahnya.

Satu orang lagi, kata Jasman, dari Pasaman, laki-laki berusia 35 tahun yang merupakan menantu dari pasien pertama dari Pasaman. Sekarang isolasi mandiri.

“Namun karena adanya kekhawatiran warga sekitar terpapar Covid-19, maka Pemkab Pasaman berupaya mencari tempat karantina terdekat dari Pasaman. Tadi kami telah menawarkan kepada Pemkab Pasaman melalui sekdanya berbagai lokasi karantina provinsi. Kalau memang diperlukan agar segera berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar,” tuturnya.

Dari data pantauan Covid-19 Provinsi Sumbar hingga Minggu (12/4) tercatat total sebanyak 44 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 15 pasien dirawat di rumah sakit, 19 pasien isolasi di rumah, tiga pasien meninggal, dan 7 pasien sembuh. Sementara orang dalam proses pemantauan (ODP) sebanyak 1.012, dan PDP 151 orang dengan rincian 27 masih dirawat, 26 isolasi di rumah, dan 98 negatif Covid-19.

Sementara itu, dilansir dari website resmi Dinas Kesehatan Kota Padang, https://dinkes.padang.go.id/ , Kecamatan Padang Timur merupakan daerah tertinggi kasus positif corona, dengan jumlah sebanyak 13 orang. Berikutnya Koto Tangah lima orang, Pauh empat orang, Kuranji dengan 3 kasus positif, Padang Barat dua orang, Padang Utara satu orang, Lubuk Kilangan satu orang dan Lubuk Begalung satu orang.

Sedangkan di Kecamatan Nanggalo, Padang Selatan dan Bungus Teluk Kabung belum ditemukan kasus positif corona. Dari 30 kasus positif, rincian 2 orang meninggal, empat orang sembuh dan dua orang masih menunggu hasil labor Fakultas Kedokteran Unand. Selain itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 16 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 43 orang.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kasus positif Covid-19 di Padang mengalami peningkatan yang signifikan dari hari sebelumnya. Di Kota Padang yang positif sehari sebelumnya berjumlah 19 orang, hingga hari ini terjadi penambahan 11 orang dan totalnya mencapai 30 orang.

“Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 ini dikarenakan cepat dilakukan tracing oleh tenaga kesehatan pada kasus positif sebelumnya. Dalam tempo satu hari ada peningkatan 11 orang, karena kita cepat melakukan tracing. Labor di Unand juga cepat memperiksa, sehingga cepat diketahui orang yang kontak dengan positif,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan, lonjakan kasus baru ditemukan berdasarkan hasil penelusuran riwayat kontak dengan pasien yang sebelumnya dinyatakan positif. 11 kasus baru tersebut berada di Kecamatan Padang Timur dua orang, Kecamatan Koto Tangah tiga kasus, Kecamatan Kuranji empat kasus dan Kecamatan Padang Barat dua kasus.

“Yang dari Kecamatan Padang Barat mereka memiliki kontak dengan pasien yang positif sebelumnya. Sementara untuk empat orang yang berasal dari Kecamatan Kuranji diketahui salah satu dari mereka baru kembali dari daerah terjangkit. Saat ini empat dari enam orang itu melakukan isolasi mandiri di rumahnya dan dua orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Sementara untuk lima orang lainnya, pihaknya masih melengkapi data terkait daerah dan kedaannya saat ini,” sambungnya.

Dijelaskan Feri Mulyani, dari 11 kasus tersebut ada empat orang yang sehari-hari beraktivitas di pasar, ada juga satu keluarga di Padang Barat dan satu keluarga di Kuranji. Terkait lonjakan kasus positif langkah selanjutnya adalah melakukan penelusuran riwayat kontak bagi pasien yang positif tersebut.

“Kepada masyarakat ia mengimbau tidak perlu khawatir terlalu berlebihan karena mereka yang positif bukan aib. Warga yang positif tetap harus diperlakukan dengan baik, mari beri dukungan untuk sembuh, jangan sampai diku cilkan. Bagi pasien positif yang kesulitan melakukan isolasi mandiri di rumah disiapkan lokasi yaitu di Bapelkes Padang, Badan Diklat Provinsi dan Asrama Haji, Rusunawa Lubuk Buaya, dan Pasir Nan Tigo,” ujarnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional