Close

Sekda Sijunjung Selesaikan S3 dengan Predikat Sangat Memuaskan,  Dr Zefnihan AP, MSi: Alhamdulillah, Akhirnya Anak Tukang Jahit ini Bergelar Doktor

WISUDA— Dr Zefnihan, AP, Msi didampingi istri dr Erly Wirdayani SpA, M Biomed usai mengikuti wisuda S3 secara virtual dari rumah dinas Sekda Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO–Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung resmi menyandang gelar doktor setelah secara resmi mengi­kuti pelaksanaan wi­suda pada Universitas Negeri Padang (UNP) yang ke-125 tahun 2021.

Dr Zefnihan, AP, MSi telah menyelesaikan diser­tasi pada Bidang Kajian Lingkungan dan Pem­ba­ngu­nan di Fakultas Eko­no­mi UNP, dan diwisuda pada Selasa (14/12).

Pada prosesi wisuda yang dilangsungkan secara virtual itu, Dr Zefnihan, AP, MSi didampingi sang istri dr Erly Wirdayani SpA, M Biomed, bertempat di rumah dinas Sekda, Muaro Sijunjung.

Gelar doktor itu berhasil diselesaikan dalam jangka waktu lima tahun, meskipun sempat vakum selama 1,5 tahun wisuda doktor akhirnya berhasil diraih dengan nilai 3,76 predikat sangat memuaskan.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir dan Wabup H.Iraddatillah.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir dan Wabup Iraddatillah, menyampaikan selamat dan apresiasi atas peraihan gelar akademik tersebut. “Selamat atas gelar doktor yang telah resmi disandang Pak Sekda, setelah berjuang menyelesaikan program studi S3 dengan hasil yang sangat memuaskan,” tutur Bupati Sijunjung.

Pemerintah daerah mendoakan agar ilmu yang diperoleh bermanfaat, terutama dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Sijunjung. “Semoga ilmu yang didapat memberikan manfaat kepada orang banyak, terutama dalam mewujudkan pembangunan Sijunjung kedepannya. Meraih gelar doktor tidaklah mudah, kami atas nama pemerintah daerah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” sebut Bupati Benny Dwifa.

Dr Zefnihan, AP, Msi yang merupakan pria kelahiran Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam pada tahun 1974 silam itu, perlahan mengingat kembali kenangan dan perjuangannya dalam mengejar pendidikan formal.

Rasa haru dan bahagia tidak bisa disembunyikan oleh ayah dari Rania Salsabila dan Sonia Syifa Andini, yang keduanya kini tengah menyelesaikan sarjana di Fakultas Kedokteran, Universitas Syah Kuala, Aceh.

“Alhamdulillah. Akhirnya anak tukang jahit ini bisa juga menyandang gelar doktor,” tutur Dr Zefnihan usai prosesi wisuda digelar.

Memutuskan mengambil program studi S3 di UNP berawal disaat Zefnihan masih menjabat Kepala Dinas Pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan. Sehingga judul disertasi yang diambil tentang, “Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas di Kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan” dan mendapat nilai A.

“Dalam menyelesaikan pendidikan S3 ini sempat terkendala, karena fokus pada tuntutan kerja. Memang, tantangannya terletak pada diri kita sendiri. Dihadapkan dengan beban kerja, manajemen waktu dan sebagainya. Tapi tetap berjuang, disertasi ini harus diselesaikan,” terang Dr Zefnihan, AP, MSi.

Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan (alm)Ardi Arif dan (alm) Khuzaimah itu sempat dihadapkan dengan situasi sulit. Bahkan sempat tergeming untuk memutuskan berhenti bersekolah.

“Dulu pernah dilema, apakah akan lanjut sekolah atau berhenti. Itu waktu saya masih SMP, kala itu saya sudah punya usaha sendiri, menjahit, menyablon dan konveksi. Mencari uang terasa sangat mudah saat itu,  sehingga tergiur untuk melanjutkan usaha saja dan berhenti sekolah,” kenangnya.

Namun, hati Zefnihan kembali dimantapkan dengan pesan orang tuanya. “Pesan orang tua itu ada dua, jangan tinggalkan shalat,  sekolah jangan sampai tinggal. Itu yang selalu ditekankan kepada kami di keluarga,” sebutnya.

“Orang tua saya hanya seorang petani dan tukang jahit, tapi kalau untuk pendidikan mereka tegas. Memang, restu orang tua men­jadi sumber kekuatan disamping kemauan diri sendiri,” ujarnya.

Menuntut ilmu bagi me­nantu dari Prof.Dr.H. Syofjan Thahalib dan H.Asni Husein itu merupakan sebuah kewajiban dari Sang Pencipta kepada hamba-Nya.

“Kewajiban kita sebagai manusia adalah belajar. Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat, baik formal maupun informal. Kewajiban belajar adalah sebuah keniscayaan. Kita dituntut konsisten untuk membangun diri, membekali diri dengan ilmu pengetahuan,” paparnya.

Dr.Zefnihan menerangkan bahwa kemajuan peradaban suatu daerah terletak pada SDM yang dibentuk oleh sistem pendidikan yang berkualitas. “Daerah yang maju dan sejahtera itu akan dihasilkan dari SDM dan sistem pendidikan yang berkualitas. Rangkain prosesnya itu dimulai dari menuntut ilmu dan ikhtiar. InsyaAllah ini yang akan lebih kita terapkan di Sijunjung,” terang Sekda.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama kepada Pak Bupati Benny Dwifa Yuswir, Pak Wabup Iraddatillah yang telah mendukung selama ini. Kepada Pak Yuswir Arifin sebagai motivator saya. Seluruh unsur Forkopimda dan jajaran OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung,” ucapnya.

“Setiap gelar dan capaian yang kita raih adalah sebuah ujian. Disitu momen kita diuji tentang diri kita sendiri. Orang yang sukses di zaman saat ini adalah bukan orang yang pintar, kaya dan sebagainya. Tapi orang yang sukses adalah yang bisa beradaptasi. Bisa menyesuaikan dengan lingkungan dan situasi,” ungkapnya.

Capaian yang diraih hingga detik ini bukanlah didapat dengan mudah. “Saya pernah menjadi orang menang, pernah menjadi orang kalah. Tapi bukan orang terbuang. Menang kalah bukanlah persoalan, kita harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan. Pembuktian diri itu dengan kinerja,” tegasnya.

Dr.Zefnihan, AP, MSi pernah bersekolah di SDN Ampang Gadang, melanjutkan ke SMPN 3 Bukittinggi kemudian di SMAN 1 Bukittinggi. Gelar S1 diselesaikan di STPDN angkatan 1997. Memilih jalur birokrat, Zefnihan memulai karir di pemerintahan di Kabupaten Pesisir Selatan hingga menjabat Eselon II.

Pendidikan S2 dilanjutkan pada Universitas Indonesia (UI) dan selesai pada tahun 2002. Tak sampai disana, meski telah menduduki jabatan tertinggi di birokrasi tingkat daerah, kecintaan untuk menuntut ilmu tidak terhenti disitu. Hingga gelar doktor pun kini telah berhasil disandang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top