Menu

Sekda Pastikan BLT Tahap II Ada, Tak Terima Bantuan, Warga Datangi DPRD

  Dibaca : 3953 kali
Sekda Pastikan BLT Tahap II Ada, Tak Terima Bantuan, Warga Datangi DPRD
ASPIRASI— Sejumlah warga mendatangi kantor DPRD Padang, Senin (15/6) untuk menyampaikan aspirasinya. Kedatangan warga ini diterima langsung oleh anggota DPRD Padang.

AIAPACAH, METRO
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Amasrul memastikan bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemko Padang untuk keluarga terdampak Covid-19 ada. Namun saat ini bantuan tersebut belum bisa dicairkan karena masih melengkapi surat pertanggungjawaban (SPJ) pencairan sebelumnya.

“BLT tahap dua ada, cuma kita lagi mengumpulkan SPJ tahap satu yang telah dicairkan. Setelah segala administrasi itu selesai, maka kita cairkan tahap dua,” ujar Amasrul, Senin (15/6).

Ia menegaskan, bahwa Pemko Padang akan tetap mendahulukan kepentingan masyarakat. Tak ada anggaran yang kurang. Bahkan kalau perlu katanya, pihaknya akan menstop dulu agenda pembangunan dan dialihkan dananya ke BLT.

“Masyarakat tentu akan kita utamakan. Yang jelas nanti kalau semua pertanggungjawaban BLT tahap satu selesai, kita cairkan yang tahap dua,” tukas Amasrul.

Seperti yang diketahui, hingga kini sebagian besar masyarakat sangat berharap BLT tahap satu dari Pemko Padang untuk keluarga terimbas Covid-19 itu bisa segera cair.
“Semoga cairnya cepat. Sekarang mau tahun ajaran baru, biaya sekolah anak besar. Bantuan ini setidaknya bisa dibayarkan buat beli baju sekolah anak,” sebut Rosma (40), salah seorang warga Kuranji.

Saat ini, kata Rosma, dirinya hanya berharap bantuan Covid-19 itu. Sementara bantuan yang lain ia tak dapat. “Urang lain lapuk lapak kanyang dek bantuan. Bareh pitih. Nan awak dak ado do,” tandasnya miris.

Warga Sampaikan Aspirasi
Terpisah, belasan warga yang mengaku tidak menerima bantuan langsung tunai (BLT), menyampaikan aspirasinya ke DPRD Padang, Senin (15/6). Warga menilai, bahwa pembagian dana BLT untuk warga terdampak Covid-19 yang diberikan oleh pemerintah, tidak adil dan merata.

Aksi warga yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, diawali dengan mendatangi rumah dinas Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah di Jalan A Yani. Mereka membawa bermacam spanduk yang tertulis berbagai tuntutan agar tidak ada pembedaan dan menuntut janji wali kota untuk membagikan bantuan sesuai perwako.

Tak berlangsung lama di rumah dinas wali kota, sekitar pukul 09.30 WIB, peserta aksi kemudian bergerak pindah ke gedung DPRD Kota Padang di Jalan Sawahan untuk menyampaikan aspirasi yang sama.

Belasan warga yang menyampaikan aspirasi ini mengaku tidak menerima BLT sama sekali, begitu juga bantuan sembako. Padahal mereka termasuk keluarga yang berdampak ditengah pandemi Covid-19.

Koordinator aksi, M Rafid mengatakan meskipun mereka datang secara beramai-ramai, namun aksi yang mereka lakukan tersebut bukanlah aksi demonstrasi. Tetapi melainkan aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait pembagian BLT yang dinilai tidak adil dan merata.

“Sejak pemberitahuan adanya bantuan untuk warga yang berdampak Covid-19, kami tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah sama sekali. Memang pengurusan ini melalui RT setempat dan telah kami urus, namun sampai sekarang nama kami tidak terdaftar. Justru nama orang yang telah meninggal keluar dan mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait bergeraknya rombongan aksi dari rumah dinas wako ke gedung DPRD, ia mengaku karena menganggap anggota dewan bisa mewakili aspirasi mereka. Ia berharap, bantuan bagi warga terdampak Covid-19 diberikan secara merata.
“Karena bapak ibu anggota dewan merupakan orang tua kita dan wakil kita di pemerintahan, makanya kami mengadu kepada yang bisa mewakili suara kami. Kami ingin mendapatkan bantuan, berikan sama rata,” tukasnya.

Aksi warga di depan gedung DPRD tersebut tidak berlangsung lama karena personel kepolisian yang datang ke lokasi meminta rombongan untuk masuk ke dalam ruangan guna melakukan audiensi bersama anggota dewan yang ada. Kemudian, mereka melakukan audiensi bersama Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani dan anggota dewan lainnya.

Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani menyayangkan adanya warga Kota Padang yang tidak terdaftar dalam BLT Covid-19. “Kami sudah mendengarkan aspirasi dari warga, hal ini akan kita bicarakan dengan pihak terkait,” ujar kader Gerindra ini.

Ia mengatakan akan segera melakukan pertemuan dengan tim gugus tugas Covid-19 Kota Padang. Kemudian terkait BLT tersebut juga akan dibahas pada rapat tersebut. “Kita akan tetap perjuangkan aspirasi rakyat, termasuk keluhan warga tersebut,” ucap ketua DPC Gerindra Kota Padang ini.

Sebelumnya, tercatat ada sebanyak 74.126 kepala keluarga (KK) yang menerima BLT dari dana APBD Padang dengan anggaran sekitar Rp44 miliar lebih. Sementara dari BLT propinsi sebanyak 13.415 KK. Untuk bantuan dari pusat berjumlah 28.594 KK. Total penerima bantuan warga yang terdampak Covid-19 adalah sebanyak 115.594 KK. (tin/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional