Menu

Sejak RSUD Rasidin hanya Tangani Covid-19, Warung dan Tukang Ojek Lumpuh

  Dibaca : 163 kali
Sejak RSUD Rasidin hanya Tangani Covid-19, Warung dan Tukang Ojek Lumpuh
WARUNG TUTUP— Warung-warung yang berada di depan RSUD Rasidin Padang, tutup sejak rumah sakit milik daerah itu dijadikan sebagai tempat penanganan pasien khusus Covid-19.

KURANJI, METRO
Geliat ekonomi di sekitar RSUD Rasidin di Kecamatan Kuranji lumpuh total. Sehingga, kedai dan warung yang ada di depan dan di samping gedung RSUD tersebut sudah ditutup oleh pemiliknya. Kondisi ekonomi ini mau tidak mau berdampak bertambahnya keluarga tak mampu di kota ini. Umumnya kedai dan warung yang sudah kolaps tersebut terdiri dari, yang berjualan makanan dan counter menjual pulsa.

Tidak itu saja, pelaku transportasi ojek motor yang biasa mangkal di depan RSUD Rasidin tesebut juga kehilangan mata pencaharian. Sehingga otomatis tukang ojek yang mangkal di RSUD itu menambah angka pengangguran.

“Kondisi matinya geliat ekonomi di sekitar sarana kesehatan RSUD dr Rasidin ini sejak, kebijakan Pemko Padang menjadikan rumah sakit ini sebagai penanganan dan penanggulangan Covid-19 tanggal 1 April lalu,” ujar Syaf (50) salah warga Aia Paku Sungai Sapih, Minggu (27/9).

Ia menambahkan, tidak hanya berdampak terhadap pelaku usaha warung dan kedai di depan RSUD itu akan tetapi juga berdampak terhadap warung dan kedai yang ada di jalan masuk ke RSUD. Tampaknya para pemilik kedai dan warung tersebut mungkin kembali membuka usahanya setelah bencana nonalam Covid-19 ini mereda.

Namun terangnya, hingga sekarang belum ada tanda tanda Covid-19 ini akan mereda. Tapi, sekarang Covid-19 tampaknya mulai mendominasi, dengan banyak warga yang terpapar.

Salah seorang tukang ojek, Injan (59) mengungkapkan, sejak RSUD dijadikan rumah sakit untuk penanggulangan Covid-19, mata pencaharian tukang ojek mati. “Sedikitnya, lebih kurang sekitar 20 tukang ojek yang beroperasi di RSUD tersebut,” tukas Injan.

Sebelumnya, RSUD Rasidin Padang ditetapkan sebagai rumah sakit khusus yang menangani pasien Covid-19 mulai 1 April lalu. Dengan peralihan fungsi itu, maka rumah sakit yang berada di Kelurahan Sungai Sapih ini tidak lagi menerima pasien lain selain penderita Covid-19.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, bahwa kebijakan itu demi untuk memaksimalkan penanganan jumlah penderita Covid-19 di Kota Padang. Diharapkan dengan hadirnya rumah sakit khusus Covid-19 ini, semua pasien bisa tertangani dengan baik.

“Pasien yang bisa dirawat di sana adalah warga yang sudah positif Covid-19 dan warga yang menunjukan gejala gejala Covid-19. Mereka akan diisolasi dan diobati di sana,” ujar Mahyeldi beberapa waktu lalu.

Ruangan Terisi Penuh
Sebelumnya pada 17 September lalu, Kepala Dinas Kesehatan Padang, Feri Mulyani mengatakan, bahwa RSUD Rasidin memiliki 70 ruangan yang terisi penuh kasus positif Covid-19. Menurutnya, meskipun ruangan RSUD Padang terisi penuh setiap harinya, belum ada warga yang terlantar. Sebab penambahan kasus positif Covid-19 sebanding dengan kasus yang sembuh.

“Kapasitas rumah sakit kita memang mau penuh, di RSUD Rasidin Padang tersedia 70 ruangan dan semuanya terisi,” ujar Feri Mulyani, Kamis (17/9).

Ia menjelaskan, bahwa Pemko Padang menyiapkan tempat isolasi di Pasia Nan Tigo, Kecamatan Kototangah. Tempat isolasi yang disiapkan tersebut yakni perumahan nelayan. Feri Mulyani menambahkan, rumah nelayan di Pasia Nan Tigo memiliki 84 unit. Masing-masing unitnya ada dua kamar. Kemudian, setiap kamar ada memiliki dua kasur, jadi kapasitasnya sekitar 332 orang. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional