Menu

Sehari Dinyatakan Positif Covid-19, Kepala SMAN 4 Payakumbuh Meninggal

  Dibaca : 848 kali
Sehari Dinyatakan Positif Covid-19, Kepala SMAN 4 Payakumbuh Meninggal
Kadiskes Kota Payakumbuh, Bakhrizal, didampingi Kepala BPBD Yufnani Away dan Kadis Kominfo Jon Kanedi saat menyampaikan ekspos kepada awak media melalui aplikasi zoom.

PAYAKUMBUH, METRO
Kepala SMA Negeri 4 Payakumbuh, Makziwel (59), menghembuskan nafas terakhir di RS Unand Padang, Jumat (21/8) sekitar pukul 11.35 Wib, sehari setelah dinyatakan positif covid-19. Istri tercintanya D, juga terconfirmasi positif covid-19.

Kepala Cabang Dinas SMA yang membawahi Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota dan Tanah Datar, Asricun, ketika dikonfirmasi terkait kabar meninggalnya Kepsek SMAN 4 Payakumbuh, Makziwel, membenarkan.

Dia mengaku mendapatkan informasi almarhum meninggal setelah sempat dirawat di RS Unand Padang sejak beberapa hari yang lalu karena penyakit lambung.

Namun, Selasa (18/8), diambil sampel swab oleh Tim dokter dan hasilnya keluar Kamis (20/8) yang menerangkan jika Makziwel dan istrinya positif covid-19. Namun, Allah berkehendak lain, Jumat (21/8) sekitar pukul 11.35 Wib, almarhum dikabarkan meninggal dunia.

“Benar beliau meninggal dunia di RS Unand Padang. Beliau sudah dirawat juga sebelum dinyatakan positif. Dan seingat saya beliau tidak masuk sekolah sejak 10 Agustus 2020. Dan saat rapat yang hadir wakil Kepala sekolah, dan disampaikan kalau Kepala sekolah kurang sehat, tidak enak badan,” sebut Asricun, Jumat (21/8) kepada Wartawan.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan Empat orang anak. Disampaikan Asricun, almarhum Makziwel akan dikebumikan di Guguak, kampung halamannya sesuai prosedur covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal melalui aplikasi zoom mitting menyampaikan kepada awak media bahwa Kepala SMAN 4 Payakumbuh dikabarkan meninggal dunia RS Unand. Sebelum dirawat, kepala sekolah berinisial M ini Istrinya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Almarhum meninggal tercatat di Gugus Tugas Kota Padang, karena waktu itu swabnya diambil di Unand Padang, M waktu itu masuk RS karena gejala penyakit lambung,” kata Bahkrizal.

Sementara itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh kembali mengumumkan adanya penambahan kasus positif Covid-19. Status Kota Payakumbuh yang semula zona hijau sekarang berada pada zona kuning, bahkan bisa menjadi zona merah karena peningkatan kasus Covid-19 yang tinggi.

“Beberapa hari ini ditemukan peningkatan kasus positif, sebelumnya ada temuan 4 kasus, dan pada hari ini hasil swab ada 6 yang ditemukan, namun 2 diantara yang 6 ini datanya tercatat bukan dari Payakumbuh, meski mereka diswab di Payakumbuh,” kata Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal, didampingi Kalaksa BPBD Yufnani Away, dan Kadiskominfo Jhon Kenedi saat Video Conference bersama wartawan via aplikasi Zoom, Jumat (21/8).

Adapun penambahan kasus itu, NM (33) PNS Sekretariat Daerah, kontak dengan tamu dari Jakarta 1 minggu lalu, kemudian RFP (39) warga Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, kontak dengan ES yang berjualan di RSUD. Lalu ada AFA (8) anak dari RFP, dan MZA (20) mahasiswa, adik RFP.

Dua yang ditemukan di Payakumbuh namun tercatat di Limapuluh Kota adalah YS (46) warga Taeh Baruah dan MY (64) warga Situjuah Banda Dalam, keduanya saat ini dirawat di RSUD Adnaan WD Payakumbuh. “Sekarang sudah ada 11 orang dirawat agar sembuh kembali, termasuk Wakil Wali Kota Erwin Yunaz,” kata Bakhrizal.

Dalam 4-5 hari terakhir ada lebih dari 1000 sampel swab diambil di Payakumbuh, bahkan sampai 350 orang perhari. “Swab dimulai jam 2 di Bukik Sibaluik, seharusnya kita istirahat, tapi karena kita harus tracing, maka kita maksimalkan upaya tim gugus tugas,” kata Bakhrizal.

Kepala Dinas Kesehatan yang akrab disapa Dokter Bek itu juga menerangkan Wali Kota Riza Falepi selalu mewanti-wanti, peningkatan kasus yang ditakutkan adalah second wave (gelombang kedua).

“Saat ini masyarakat cendrung mulai abai dengan protokol kesehatan. Bisa saja beberapa kebijakan daerah dapat berubah, mulai dari proses belajar mengajar (PBM) ditunda, bahkan mengevaluasi kembali izin keramaian,” katanya.

Saat ini, hampir semua kota/kabupaten di Sumbar mengalami peningkatan kasus, Bakhrizal menghimbau warga agar waspada bila berkontak dengan tamu yang berasal dari luar daerah. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional