Menu

Sehari, 2 Pasien Berstatus PDP Corona Meninggal

  Dibaca : 267 kali
Sehari, 2 Pasien Berstatus PDP Corona Meninggal
PROSES PEMAKAMAN— Petugas RSUD Pariaman menyelenggarakan jenazah pasien berstatus PDP corona yang meninggal untuk dimakamkan dengan dilengkapi alat pelindung diri.

Dua orang pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona atau Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman dan di Ru mah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi meninggal dunia, Rabu (25/3) malam. Namun, hingga kini belum bisa dipastikan dua orang tersebut positif corona atau tidak lantaran masih menunggu hasil labor.

Direktur RSUD Pariaman, Indria Veluntina mengatakan, untuk hasil pemeriksaan labor pasien berstatus PDP yang telah meninggal tersebut sudah dikirim ke laboratorium Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) Padang. Namun, hasil labornya belum didapatkan.

“Riwayat pasien tersebut, bahwa sebelumnya pulang dari Jakarta, namun sesudah itu sesak nafas dan dibawa ke RSUD Pariaman. Pasien sebelumnya pulang dari Jakarta, karena sesak nafas lalu dibawa ke RSUD Pariaman, Sabtu (21/3) kemaren,” kata Indria Veluntina, Kamis (26/3).

Sementara itu, proses pemakaman terhadap pasien PDP tersebut yang dilakukan Kamis (26/3) siang dikawal oleh Polsek Sungai Limau dan Sabhara Polres Pariaman.Jenazah diselenggarakan di rumah sakit dan langsung dibawa ke kuburan untuk dimakamkan.

“Untuk penyelengaraan jenazah dilakukan langsung oleh petugas RSUD Pariaman. Sementara pemakaman tetap sesuai dengan protap menggunakan alat pelindung diri (APD) dan dikawal Polisi,” ungkap Indria Veluntina.

Kapolsek Sungai Limau Iptu Nazirwan menyebutkan, ada enam orang anggota Polsek Sungai Limau ikut mengawasi proses pengangkutan jenazah. Proses pengawalan berjalan dengan SOP yang telah diperintahkan.

“Jenazah dimakamkan di kawasan Tiku, Kabupaten Agam, tepatnya di perbatasan Batang Gasan dan Tiku. Maka sampai di batas wilayah sektor, pengawalan proses pemakaman jenazah diganti dengan Polsek Tiku,” jelasnya.

Sementara, terkait pasien berstatus PDP corona di RSAM meninggal, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias membenarkannya. Menurutnya, pasien tersebut berasal dari Kabupaten Solok Selatan dan telah beberapa hari menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi.

“Pasien berstatus PDP diisolasi di RSAM beberapa hari dan kemudian meninggal dunia Rabu (25/3) malam. Pasien yang meninggal itu, belum dapat dipastikan positif atau negatifnya. Hasil labnya belum keluar, jadi belum tau pasien itu positif atau negatif,” ungkap Ramlan. kepada sejumlah awak media, Kamis (26/3). (z/pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional