Menu

Sedimentasi Menggunung, Drainase tak Berfungsi

  Dibaca : 2377 kali
Sedimentasi Menggunung, Drainase tak Berfungsi
sedimen menumpuk

Drainase di kawasan Alai, Padang Utara kondisinya telah tertutupi rerumputan. Selain itu, pendangkalan juga terjadi, karena meningkatnya sedimen yang belum kunjung dikeruk.

ALAI, METRO–Persoalan banjir di Kota Padang sepertinya mulai menjadi momok bagi warga. Tiap hujan deras mengguyur dengan intensitas tinggi, selalu diakhiri dengan genangan air yang tinggi dan banjir. Akibatnya, setelah banjir dan genangan air susut, jalan pun banyak yang rusak serta berlubang.

Proyek pembersihan drainase yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang pun sepertinya masih belum maksimal. Banyak drainase yang masih tersumbat dan dibiarkan dengan sedimentasi yang menebal. Sementara di satu sisi warga masih saja membuang sampah ke drainase.

Seperti yang terlihat pada saluran drainase di Simpang Tamsis-Alai. Sedimen di saluran drainase dibiarkan menebal. Sementara warga juga sering membuang sampah di drainase tersebut. ”Tiap pagi saya lewat Alai ini, sering banyak sampah dibuang di sana. Sedimennya sudah tebal dan sampah menumpuk,” ujar Ficky, salah seorang pengendara motor, kepada POSMETRO, Rabu (26/8).

Menurut dia, Dinas PU harus melakukan pengerukan sedimen drainase secara berkala. Normalisasi drainase diyakini bisa mencegah atau menekan banjir,” katanya.

Sehingga saluran air bisa lancar. Dan banjir serta genangan air dapat diminimalisir. ”Sebagian besar banjir disebabkan karena saluran drainase tersumbat. Makanya harus dikeruk secara berkala,” ujarnya.

Warga Alai, Syahrul juga mengatakan saluran drainase di Kota Padang sudah banyak yang rusak dan tersumbat. Akibatnya air susah mengalir. Di sisi lain, Padang sebagian besar berada di tempat yang rendah. Terutama di bagian barat. ”Ke depan pembenahan drainase ini harus kita lakukan secara maksimal. Karena kondisi Padang berada sejajar dengan permukaan laut,” sebutnya.

Syahrul mengaku drainase yang mengalami sedimentasi tinggi, sempit hingga tersumbat menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Bila semua saluran air di Kota Padang sudah dinormalisasi, dia yakin titik banjir perlahan bisa berkurang.

”Sistem saluran air atau drainase sebagian besar jalan di Padang masih buruk. Akibatnya, setiap hujan turun, drainase itu tidak dapat mengalirkan air dengan baik. Lihat saja, sekarang hujan sebentar saja, genangan air sudah tinggi,” sebut Syahrul.

Satu-satunya cara untuk mengatasinya, kata dia, hanya dengan dikeruk. Sehingga, saluran air itu tidak lagi terhalang sedimen yang sebagian besar berasal dari sampah warga.

Terpisah, Kepala Dinas PU Padang melalui Kabid SDS, Herman H mengatakan, khusus untuk saluran drainase di Alai sudah akan dikeruk dengan dana rutin. Namun, warga menolak dengan alasan memelihara ikan larangan di sana.

”Pemuda melarang kami melakukan pembersihan di sana karena mereka memelihara ikan larangan. Makanya sampai saat ini belum kami bersihkan,” sebut Herman.

Secara rutin, saat ini kata dia pembersihan drainase terus dilakukan secara berkala oleh tim yang dibentuk Dinas PU. Menurutnya ada dua tim yang dibentuk untuk membersihkan drainase. ”Sudah ada tim yang khusus melakukan pembersihan. Dan ada pula tim yang melakukan pemantauan,” tukas Herman. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional