Menu

Sediakan Bonus Bagi Khafilah Peraih Medali, Gubernur Sumbar Targetkan Masuk 5 Besar

  Dibaca : 267 kali
Sediakan Bonus Bagi Khafilah Peraih Medali, Gubernur Sumbar Targetkan Masuk 5 Besar
PELEPASAN KHAFILAH— Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, bersama Kepala Biro Bina Mental dan Kesejahteraan Rakyat Syaifullah, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Hendri, Ketua Harian LPTQ Sumbar, Damri tanjung dan pengurus melepas Khafilah Provinsi Sumbar yang akan berlaga di MTQ ke-XXIII Tingkat Nasional, Senin (9/11) di Padang.

PADANG, METRO
Sebagai tuan rumah, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menargetkan, khafilah Provinsi Sumbar dapat meraih prestasi masuk lima besar nasional pada MTQ ke-XXVIII Tahun 2020.

“Kalau harapannya, maunya juara. Tidak ada satu pun yang tidak ingin jadi juara. Kita punya cita-cita ambisi dan harapan. Kita ingin berprestasi, tapi tetap punya harapan. Jangan sampai membebani peserta,” ungkap Irwan Prayitno, saat melepas secara resmi Khafilah Provinsi Sumbar yang akan berlaga di MTQ ke-XXIII Tingkat Nasional, Senin (9/11) di Padang.

Irwan Prayitno menegaskan, sebagai tuan rumah Khafilah MTQ Provinsi Sumbar, tidak hanya sekedar ikut bertanding saja. Tetapi ingin menjadi juara. “Kita ingin jadi juara, apalagi tuan rumah pula. Target kita dulunya masuk 14 besar. Bahkan kita pernah punya target enam besar waktu MTQ Nasional di NTB. Berarti kita punya potensi dan punya peluang. Yang berat itu melawan khafilah dari DKI Jakarta dan Jawa Barat. Tahun ini, target kita bisa lima besar. Bisa juga juara satu, bisa peringkat lima. Ini harapan. Kita serahkan kepada Allah,” harap Irwan Prayitno.

Untuk memotivasi para khafilah agar dapat menorehkan berprestasi, Pemprov Sumbar juga sudah menyiapkan sejumlah bonus yang cukup besar. “Bagi khafilah yang meraih prestasi medali emas, bonus yang disediakan Rp200 juta. Medali perak sebesar Rp150 juta dan medali perunggu sebesar Rp100 juta,” ungkap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menyampaikan arahan kepada seluruh khafilah, bahwa sekarang sudah tiba saatnya bertanding. Dengan persiapan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2019, tentunya khafilah Provinsi Sumbar sudah memiliki bekal yang cukup. “Apa pun yang ada pada diri khafilah sekarang ini, maka itulah hasil dari proses latihan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019,” ungkap Irwan Prayitno.

Selaku Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menegaskan, dirinya tidak ragu lagi terhadap kemampuan khafilah untuk maju bertanding. “Apa pun hasilnya serahkan kepada Allah. Tidak ada satu pun dari kita tahu hasilnya seperti apa nanti. Allah yang berkehendak. Yang penting kita berbuat dan beramal serta bekerja. Tidak ada keraguan terhadap semua yang dipersiapkan oleh LPTQ dengan pelatihnya,” ungkap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga mengingatkan para khafilah, agar menyiapkan mental dan jangan lupa selalu menjaga fisik serta kesehatan. “Penentunya Allah. Ada sunahtullah, yakni, kejadian di muka bumi ini ada proses sebab akibat. Jika kita gugup, mental tidak kuat, maka kita sudah grogi. Sehingga irama yang keluar bukan irama yang merdu. Yang terjadi kita kalah. Mental itu muncul seketika. Meski kita sudah siap, tetapi ketika diuji, melihat penguji dan lawan, kita jadi gugup,” ungkapnya.

Begitu juga fisik harus dijaga. Jika demam saja maka suara akan sumbang. “Kita sudah setahun lebih berlatih, hasilnya bagus. Pas hari H kena fisik. Demam, batuk serta influenza datang. Batuk dan demam penyakit yang umum terjadi. Kalau ini terjadi saat bertanding, habislah kita. Sementara, hari ini juga ada ancaman Covid-19, gejalanya juga demam juga panas juga. Karena itu, siapkan fisik dan mental dan jaga kesehatan,” imbaunya.

Irwan Prayitno menambahkan, jika semua persiapan sudah dilaksanakan secara maksimal, maka Insya Allah dirinya siap melepas dengan tawakal. Irwan Prayitno menyampaikan pesan, dalam kehidupan dirinya sebagai ayah dari anak, suami dari istri dan sebagai gubernur dari pemerintahan, hidup harus tawakal.

Tawakal adalah syarat. Dalam hidup ada yang musyawarahkan dan dibicarakan. LPTQ, Kanwil Kemenag Sumbar, DPRD Provinsi Sumbar mencari data calon-calon khafilah. Artinya dimusyawarahkan dan dibicarakan yang akan menjadi peserta. Di situlah pro kontra dan perdebatan muncul.

Irwan Prayitno menegaskan, musyawarah yang dilakukan pasti ada ujungnya. Pada saat di ujung itulah akhirnya. Apa pun hasilnya telah diputuskan. Setelah diputuskan pro kontra pasti ada. Apalagi kaitan dengan kebijakan publik, tidak akan pernah ada yang bulat mendukung, karena ada yang setuju dan tidak setuju.

Teguh dengan keputusan, jalani dengan Bismillah dan serahkan kepada Allah. “Apapun yang terjadi terjadilah, biarlah Allah yang tentukan. Urusan kita sudah selesai. Tidak ada lagi perdebatan. Hanya habiskan energi jika kembali ke belakang. Saya sudah menutup perdebatan. Apa yang terjadi itulah keputusan kita. Serahkan kepada Allah,” ungkapnya. Irwan Prayitno juga mengajak 54 khafilah yang akan bertanding untuk bersama dan kompak menghadapi MTQ Nasional ini, mulai dari pembukaan tanggal 14 November hingga penutupan 21 November 2020.

“Kita harus kompak. Sebut saja di dalam Al Quran, surat Al Anfal saat perang badar, jumlah pasukan dan pengikut nabi sedikit melawan orang kafir quraisy yang jumlahnya ribuan. Tapi menang. Mesti jumlah sedikit. Karena kompak,” ungkapnya.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar, Hendri berharap khafilah Provinsi Sumbar sukses dan berhasil meraih prestasi yang membanggakan. “Terimakasih kepada pelatih yang sudah melatih mengasah dan mengasuh khafilah, untuk bangkit kembali di MTQ tingkat nasional. Kita siap membahagiakan, membanggakan dan mengharumkan Sumbar di tingkat nasional. TC sekarang pelaksanaan lebih kuat dan lebih baik. Kepada 54 peserta khafilah, kita optimis melalui MTQ dengan baik dan bisa berprestasi. Apalagi setelah 37 tahun jadi tuan rumah sejak 1983 silam, yang telah sukses mengharumkan Sumbar di tingkat nasional,” harapnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional