Menu

Sebulan, Polresta Padang Gulung 150 Preman

  Dibaca : 101 kali
Sebulan, Polresta Padang Gulung 150 Preman
Operasi pemberantasan pungli dan premanisme dikawasan Teluk Bayur, tepatnya di depan PT. Apikal Cakrawala, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan pada Sabtu (26/6).

M.YAMIN, METRO–Dalam satu bulan te­rakhir, lebih kurang 150 orang yang diduga melaku­kan aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) di­jaring oleh jajaran Polresta Padang. Sebagian besar mereka dilakukan pembi­naan dan membuat surat perjanjian untuk tidak me­la­kukan aksi mereka ter­sebut.

“Terkait operasi pre­ma­­nisme, instruksi Kapolri kepada jajaran untuk m­e­lakukan pemberantasan premanisme, pungli, yang meresahkan masyarakat. Totalnya sebanyak 150 preman dan pelaku pungli dijaring oleh jajaran ka­mi,”ujar Kasatreskrim Pol­resta Padang Kompol Rico Fernanda, Selasa (6/7).

Dikatakan oleh Rico, terhadap keseluruhan dila­kukan pembinaan dengan membuat surat per­nya­taan serta ada beberapa yang dilakukan penyidikan.

“ Yang dilakukan pe­m­binaan itu misalnya pungli ini kan ketika ada seorang yang menjadi juru parkir (jukir) liar, itu pungli juga kan. Kita bisa melakukan pembinaan. Kalau emang dia jukir ya, kita jadikan jukir yang sebenarnya, tapi tidak melakukan pungli lagi. Jadi tidak semua harus dilakukan proses hukum. Tentunya yang dilakukan penyidikan adalah yang meresahkan masyarakat. Jadi yang sifatnya sudah pemerasan apalagi sampai pengancaman, pema­la­kan,” ungkapnya.

Menyoal apakah preman dan pelaku pungli ini pe­rorangan atau ada juga kelompok, Rico me­nyam­pai­kan hal tersebut be­ra­gam. Ada yang mela­kukan atas nama pribadi serta ada yang mengatas­namakan oknum masya­rakat.

“Kalau didata, kawasan yang paling banyak di­amankannya preman dan pelaku pungli yaitu dika­wasan Pasar Raya Padang yang menyasar sopir an­gkot dengan modus men­jual minuman air mineral diatas harga normal, dika­wasan GOR H. Agus Salim berupa parkir liar, serta di wilayah Lubuk Begalung yang menyasar sopir truk yang keluar dari suatu pabrik,”sebut Rico.

Rico menghimbau ma­sya­rakat agar tidak takut atau enggan melaporkan ke pihaknya apabila me­lihat, mengetahui, ataupun menjadi korban pre­manis­me ataupun pungu­tan liar guna memberantas aksi premanisme dan pung­li di wilayah hukumnya.

“Adanya laporan ma­sya­rakat, itu sangat mem­bantu kepolisian dalam upa­ya melakukan penin­dakan pelaku premanisme atau pungutan liar,”kata Rico.

Rico menuturkan, pada umumnya masyarakat eng­­­gan melaporkan atau memberikan informasi ke­pada pihak kepolisian ten­tang adanya aksi prema­nisme dan pungutan liar tersebut, sehingga para pelaku tetap leluasa me­la­ku­kan perbuatan yang melang­gar hukum tersebut dan hal ini dimungkinkan karena rasa takut ataupun ancaman dari para pelaku kepada masyarakat yang menjadi korban.

“Diharapkan adanya kegiatan yang telah dilak­sanakan tersebut dapat memberikan efek jera bu­kan hanya bagi para pela­ku yang sudah diamankan, namun juga pelaku lain  yang belum tertangkap,” jelasnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional