Menu

Sebelum dan Saat Idul Adha, Tim Dokter Hewan Distan Cek Hewan Kurban

  Dibaca : 211 kali
Sebelum dan Saat Idul Adha, Tim Dokter Hewan Distan Cek Hewan Kurban
BIMTEK— Pemko Padang gelar sosialiasi dan bimtek cara pemotongan hewan kurban kepada pengurus masjid di Padang.

AIAPACAH, METRO
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengingatkan masyarakat agar saat pemilihan hewan kurban harus dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak mengandung penyakit. Kondisi ini dapat dilihat dari gejala hewannya.

Ia menjelaskan, tim dokter hewan Dinas Pertanian juga akan mencek dan mengambil sampel hewan kurban saat hari raya Idhul Adha.Hal ini dilakukan agar daging kurban yang diterima masyarakat dalam kondisi sehat dan aman.

Syahrial mengungkapkan, jika daging kurban berpenyakit, akan berdampak pada manusia yang memakannya. “Kita juga akan coba cek dan ambil sampel, apa hewan kurban sehat atau ditemukan penyakit, sebelum dan saat hari raya Idul Adha itu, tim dokter hewan kita akan turun untuk memastikannya,” tukasnya.

Sosialisasi dan Bimtek
Guna mengantisipasi penyebaran virus corona saat hari raya Idul Adha, Pemko Padang gelar sosialiasi dan bimtek cara pemotongan hewan kurban kepada pengurus masjid di Padang, Kamis (2/7). Syahrial mengatakan, bimbingan teknis ini dilakukan agar saat pemotongan kurban tidak terjadi penularan Covid-19.

“Biasanya saat pemotongan kurban, banyak kerumunan orang, dikhawatirkan terjadi penularan Covid-19. Kita sosialiasikan bagaimana kita melaksanakan pemotongan kurban dikondisi Covid-19. Sehingga pemotongan kurban tetap jalan dan tidak terjadi penularan Covid-19 saat itu,” tukas Syahrial.

Ia menambahkan, dengan sosialiasi ini, ada pemahamam pengurus masjid ketika memilih hewan kurban yang sehat dan melewati proses sesuai syariah. “Kita ingin pemilihannya hewannya aman dan sehat, pembungkusannya nanti sesuai dengan ketentuan, sehingga daging kurban yang sampai ke masyarakat itu aman dan sehat,” harapnya.

Sebelumnya, Syahrial memprediksi terjadi pengurangan jumlah hewan yang dikurbankan masyarakat tahun ini. Penurunan itu diperkirakan mencapai 10 sampai 20 persen.

Tahun 2019 lalu katanya, jumlah hewan yang dikurbankan sebanyak 13 ribu ekor. Tahun ini, angka pastinya baru dapat diketahui sehari sebelum lebaran. “Berkemungkinan berkurang, karena ekonomi masyarakat sedang sulit. Sekarang masyarakat kita lebih fokus dulu memenuhi kebutuhan harian mereka,” tandas Syahrial.

Saat ini stok sapi menurutnya cukup di tingkat toke sapi. Mereka membelinya dari luar daerah. Seperti Lampung, Pesisir Selatan, Bukittinggi dan daerah pemasok lainnya. “Stok sapi banyak. Malah mungkin banyak yang berlebih,” tukas Syahrial. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional