Menu

Sebagai Gerbang Ekspor dan Impor Nasional, Mahyledi Minta Optimalisasi Pelabuhan Teluk Bayur

  Dibaca : 182 kali
Sebagai Gerbang Ekspor dan Impor Nasional, Mahyledi Minta Optimalisasi Pelabuhan Teluk Bayur

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengoptimalisasi pemanfaatan Pelabuhan Teluk Bayur sebagai pintu gerbang perdagangan Indonesia di Wilayah Barat.  “Dengan optimalisasi yang dilakukan, diyakini  ke de­pan pelabuhan ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor import nasional dan meng­gerakan ekonomi di Indonesia,” ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi An­sha­rullah saat  Rapat Ko­or­dinasi Pemanfaatan Ka­wasan Teluk Bayur ber­sama PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur, Kamis (3/6) di Istana Gubernuran.

Mahyeldi mengatakan, semua ini bisa diwujudkan dengan melakukan sinergi semua lembaga baik pe­merintah. Baik BUMN dan BUMD bahkan pihak swas­ta.

“Tidak saja Pelabuhan Teluk Bayur dikem­bang­kan. Namun infra­struk­turnya juga harus dibangun untuk mewujudkan pe­ning­katan pelayanan penyedia jasa dan jantungnya pere­konomian yang menu­n­jang kemampuan na­sio­nal,” ujarnya.

Terutama jalan menuju Pelabuhan Teluk Bayur. Menurut Mahyeldi, jalan yang ada sekarang masih belum dibedakan untuk khusus kendaraan ang­kutan barang yang muatan berat dengan kendaraan umum. “Sehingga mo­bili­tas barang belum berjalan dengan baik,” sebut Mah­yeldi.

Mahyeldi juga menga­takan, sejauh ini konek­tivitas jalan untuk akses Pelabuhan Teluk Bayur ke provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi sudah me­madai.

Menurutnya, posisi Pe­la­buhan Teluk Bayur yang berhadapan langsung de­ngan Samudera Hindia potensial dikembangkan untuk meningkatkan per­dagangan Indonesia de­ngan negara-negara di India, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Pelabuhan Teluk Bayur merupakan ujung tombak dalam menentukan kesus­kesan pengiriman barang dari daerah sekitar Sumbar ke nusantara dan man­canegara. Apalagi program ini sejalan dengan pemerintah pusat untuk pengembangan sektor ke­pelabuhan (Tol Laut), ter­masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Teluk Bayur merupakan gerbang pere­konomian Indonesia wil­a­yah Barat untuk tujuan ekspor ke India, Asia Se­latan, Timur Tengah, Eropa dan Afrika,” jelasnya.

Komoditi ekspor me­lalui Pelabuhan Teluk Bayur di dominasi oleh komoditi minyak kelapa sawit de­ngan volume ekspor 1,809­,061 ton (42%) dan semen dengan volume ekspor sebesar 1,579,714 ton (37%)

Negara tujuan ekspor tertinggi pada semua ko­modit adalah Negara India dengan presentase ekspor sebesar 22.5%, kemudian dilanjutkan negara A­me­rika Serikat dengan pre­sentase ekspor 16.9% . Negara tujuan ekspor Sum­bar lebih banyak ne­gara Asia. Sedangkan be­nua lain seperti Afrika dan Timur Tengah sebagai ne­gara potensi belum maksi­mal dilakukan.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional