Menu

Sawahlunto Bersiap Sekolah Tatap Muka

  Dibaca : 174 kali
Sawahlunto Bersiap Sekolah Tatap Muka
RAPAT PERSIAPAN— Wawako Sawahlunto Zohirin Sayuti melakukan rapat dengan Dinas Pendidikan dan sekolah terkait persiapan sekolah tatap muka.

SAWAHLUNTO, METRO
Proses belajar mengajar dengan bertatap muka secara langsung di sekolah akan segera dimulai, jika Kota Sawahlunto kembali ke zona kuning. Saat ini status Sawahlunto sudah turun dari zona merah ke zona orange, diperkirakan tidak lama lagi segera turun ke zona kuning.

Pemko Sawahlunto pun mulai mempersiapkan proses belajar mengajar dengan bertatap muka di sekolah tersebut. Selasa (27/10), Wakil Walikota Zohirin Sayuti memimpin rapat koordinasi bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait proses belajar mengajar bertatap muka itu.

“Jadi begitu Gugus Tugas Covid -19 Provinsi Sumatera Barat menetapkan Sawahlunto berada di zona kuning, maka 2 atau 3 hari kemudian kita langsung memulai proses belajar mengajar di sekolah. Untuk minggu pertama, itu kita mulai dari SMA dan SMP. Setelah itu seminggu selanjutnya baru di tingkat SD,” sebut Wakil Walikota Zohirin Sayuti.

Kepada guru-guru, wawako berpesan agar dapat maksimal dalam mendampingi dan mengawasi siswa untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Yang jelas, jadi guru berarti kita ditiru. Maka dari kita yang harus mencontohkan bagaimana melakukan protokol kesehatan itu. Sampaikan, sosialisasikan dan edukasikan dengan baik pada siswa, jika ada yang melanggar berikan peringatan, jika masih tetap bandel tidak mau mengerjakan protokol kesehatan itu maka bisa dikenakan sanksi atau kebijakan lainnya,” ujar Wakil Walikota Zohirin Sayuti.

Sementara, untuk hal – hal teknis dalam proses belajar mengajar di sekolah nanti, disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Asril, antara lain adalah guru dan siswa wajib memakai masker dan faceshield.

”Selain wajib menerapkan protokol kesehatan, hal lainnya yang kita atur adalah ; siswa dan guru wajib memakai masker ditambah faceshield. Proses belajar mengajar ini diizinkan sampai jam 11.00 WIB, itu tanpa jam istirahat agar siswa tidak berkumpul – kumpul yang nantinya rawan tidak bisa menjaga jarak,” kata Asril.

Kemudian ditambahkan Asril, jika dalam satu kelas jumlah siswanya lebih dari 15 orang maka yang masuk hanya boleh setengah jumlah siswa tersebut. Setengahnya lagi masuk untuk hari selanjutnya.

“Jadi kita pakai konsep 50 persen belajar di sekolah, 50 persen belajar di rumah. Itu untuk jumlah siswa lebih dari 15 orang dalam 1 kelas,” kata Asril.

Menindaklanjuti arahan Wakil Walikota Zohirin Sayuti untuk mempersiapkan proses belajar mengajar di sekolah tersebut, Sekretaris Gugus Tugas Covid – 19 Kota Sawahlunto Adriyusman, menghimbau agar pihak sekolah dengan dikoordinasikan Dinas Pendidikan segera mencek kembali kondisi sarana pra sarana penunjang penerapan protokol kesehatan di sekolah.

“Tolong dicek kembali bagaimana kondisi peralatan/perlengkapan penunjang protokol kesehatan di sekolah . Pastikan siap pakai saat nanti proses belajar mengajar di sekolah mulai dilaksanakan,” kata Adriyusman. (cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional