Menu

Satu Tahun, Keyakinan Masyarakat pada Jokowi Menurun

  Dibaca : 807 kali
Satu Tahun, Keyakinan Masyarakat pada Jokowi Menurun
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menghadiri Acara Puncak Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sabtu (14/12). Foto: IST
Jokowi mendarat di BIM - web

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Sumbar dengan pesawat kepresidenan.

JAKARTA, METRO–Pemerintahan Presiden Joko Widodo tepat satu tahun pada hari ini, Selasa (20/10). Satu tahun setelah memimpin Indonesia, Presiden Jokowi belum berhasil mengubah pola dukungan yang dulu terlibat dalam hasil Pemilihan Presiden 2014.

Penelitian Syaiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Oktober 2015 menunjukkan, saat ini rakyat yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi hanya mencapai 51,7 persen. Sedangkan yang menyatakan tidak puas sebesar 45,4 persen. Survei ini dilakukan dengan metode random dengan responden sejumlah 1.220.

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menyatakan, keyakinan masyarakat terhadap kemampuan Jokowi memimpin sebenarnya cukup baik, yakni 62 persen. Angka tersebut lebih banyak dibanding yang meragukannya sebanyak 29 persen.

Meskipun keyakinan itu tidak setinggi ketika Jokowi dilantik sebesar 75 persen, posisi pada Oktober 2015 ini lebih baik dibanding keyakinan masyarakat pada bulan Juni sebesar 55 persen.

“Namun dalam hal kepuasan terhadap kinerja Jokowi, suara positif terhadap Jokowi jauh lebih rendah di kelompok-kelompok tertentu dan mencerminkan pola perolehan suara pada pemilu,” kata Djayadi saat menyampaikan pemaparan survei di kantornya, Jakarta, Selasa (20/10).

Menurutnya, kepuasan terhadap kinerja Jokowi lebih kuat terlihat di kalangan rakyat kecil. Antara lain, mereka yang berpendidikan lebih rendah, berpendapatan lebih rendah, tinggal di pedesaan, dan bekerja sebagai pekerja kasar/tidak terampil, pengangguran atau ibu rumah tangga.

Djayadi mengatakan, penelitian ini menunjukkan bahwa ada sejumlah langkah pemerintah Jokowi yang diapresiasi tinggi. Masyarakat menilai positif terhadap hasil kerja pemerintahan Presiden Jokowi di bidang pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan jalan-jalan raya.

“Berturut-turut, jumlah responden yang menilai baik bidang-bidang tersebut adalah 73 persen, 72 persen, dan 66 persen,” kata dia.

Namun, penilaian masyarakat masih negatif terhadap masalah utama lainnya. Antara lain dalam mengurangi jumlah pengangguran, hanya 33 persen responden yang menilai baik.

Demikian juga dalam mengurangi jumlah orang miskin, hanya 36 persen responden menilai baik. Serta kinerja pemerintah dalan menjaga harga barang-barang kebutuhan pokok terjangkau dinilai baik hanya 41 persen responden.

“Sementara itu, hanya 47 persen responden yang menilai baik kinerja pemerintah dalam memberantas korupsi,” pungkasnya. (put/jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional