Menu

Satu lagi Korban Hanyut Ditemukan, Tewas setelah Diseret Arus Sungai Sepanjang 3 KM

  Dibaca : 207 kali
Satu lagi Korban Hanyut Ditemukan, Tewas setelah Diseret Arus Sungai Sepanjang 3 KM
Jasad Noromi yang hilang terbawa arus sungai di Nagari Lubuk Betung Inderapura, Kecamatan Air Pua, Kabupaten Pesisir Selatan dievakuasi, Jumat (27/11) siang

PESSEL, METRO
Satu lagi korban yang hilang terbawa arus sungai di Nagari Lubuk Betung Inderapura, Kecamatan Air Pua, Kabupaten Pesisir Selatan pada Kamis (26/11), sekitar pukul 14.00 WIB, ditemukan. Korban bernama Noromi (50) ini ditemukan dalam kondisi meninggal.

Jasad Noromi ditemukan Jumat (27/11) siang. Usai dilakukan proses evakuasi bersama tim yang melakukan pencarian, jenazah korban pun dikembalikan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

“Korban keempat ini ditemukan sekitar tiga kilometer dari titik lokasi awal kejadian korban terbawa arus. Jasad korban ditemukan berada di pinggir aliran sungai dengan kondisi tumbuh membengkak,” ungkap Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Arif Pratama.

Dengan ditemukannya jasad Noromi, lanjutnya, dari lima korban yang ikut terbawa arus sungai kemarin, tinggal satu korban lagi yang masih dalam pencarian.

Dalam operasi pencarian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang mengerahkan lima personel berikut satu perahu karet. Operasi pencarian terhadap satu korban lainnya terus dilakukan hingga pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, lima warga Kampung Rantau Mipih hanyut terbawa derasnya aliran sungai di Nagari Lubuk Betung Inderapura, Kecamatan Air Pua, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (26/11) sekitar pukul 14.00 WIB, akibat tali ponton (sampan datar) putus,

Diduga kelima korban ini sedang menyeberang sungai menggunakan ponton untuk pulang ke rumahnya setelah beraktivitas di ladang. Namun saat ponton berada di tengah aliran sungai, tiba-tiba tali pengikat ponton putus.

Tiga orang ditemukan pada Kamis (26/11). Tiga korban yang lebih dulu ditemukan itu adalah Eli Murni (48), Imar (50) dan satu orang berstatus pelajar yaitu Nesi (18).

Dalam operasi pencarian, selain Basarnas juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan. Sebanyak 10 personel dikerahkan ke lokasi kejadian dan juga dibantu masyarakat menggunakan ban dalam (benen) untuk menyisiri sungai. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional