Menu

Satu Korban Tragedi Lapas Tangerang Teridentifikasi

  Dibaca : 44 kali
Satu Korban Tragedi Lapas Tangerang Teridentifikasi
JELASKAN— Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (ketiga kiri) saat menjelaskan proses identifikasi korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (9/9).

JAKARTA, METRO–Tim DVI (Disaster Victim Investigation) RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur telah menerima 41 kantong jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Data korban tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masya­rakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.

 “Sampai hari ini tim telah mengumpulkan 41 kantong jenazah,” kata Rusdi di RS Kramat Jati, Kamis (9/9).

Rusdi menjelaskan sejauh ini ada 35 keluarga yang telah memberikan datanya ke pos antemortem RS Polri. Puluhan sam­pel DNA itu sangat berguna untuk proses identifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tange­rang tersebut.

“Hari ini pukul 13.00 WIB tadi, tim DVI mengidentifikasi satu korban atas nama Rudhi bin Ong Eng Cue yaitu laki-laki ber­umur 43 tahun,” ujar Rusdi.

 Menurut Rusdi, identitas korban teridentifikasi berdasar sidik jari dan rekam medis. Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi mengatakan korban Rudhi teridentifikasi melalui sidik jari dan diselaraskan dengan penelusuran database dukcapil.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu menjelaskan, setelah men­dapatkan data-data itu, tim DVI kemudian melakukan pemeriksaan secara manual.

“Kami menemukan 12 titik kesamaan dari sidik jari jempol kanan ini sudah memenuhi syarat identik 12 titik. Berarti secara saintifik ini bisa diyakini kebenarannya bahwa itu adalah identik sidik jarinya,” kata Mashudi.

Kemudian, identifikasi jasad korban tragedi Lapas Tangerang bernama Rudhi juga diperkuat dengan NIK milik korban bernomor 36710727117XXXX. “Identitas lengkap anak, istri, orang tua, dan sebagainya sama dan identik seperti apa yang kami lakukan pemeriksaan,” tutur Mashudi. 

Tim DVI Sudah Kantongi Data Antemortem 2 WNA

Tim disaster victim investigation (DVI) Polri telah mengantongi data antemortem dua warga negara asing (WNA) korban keba­karan Lapas Kelas I Ta­nge­rang, Banten.­Ke­dua­nya WN Portugal dan WN Afrika Selatan. Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Ka­ro­penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Rusdi menjelaskan, data itu diperoleh tim DVI RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur yang diambil dari Lapas Tangerang.

“Jadi, sudah ada data antemortem untuk dua WNA tersebut,” kata Rusdi dalam jumpa persnya di RS Polri Keramat Jati, Jaktim, Kamis (9/9).

Rusdi menyatakan, dua WNA yang dimaksud adalah Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo asal Portugal dan Samuel Machado Nhavene dari Afrika Selatan.

 “Untuk masalah lain-lainnya, pengurusannya, ini akan terlibat instansi di dalamnya. Sekarang proses terkait antemortem tidak ada masalah. Data itu sudah dimiliki tim DVI,” tutur Rusdi.

Kabar terbaru, total ada 44 korban tewas dalam musibah kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 1.50 WIB pada Rabu (8/9).

Api baru bisa dipadamkan setelah dua jam kemudian. (cr3/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional