Menu

Satu Keluarga Asal Kayu Tanam Tewas Terpanggang

  Dibaca : 2529 kali
Satu Keluarga Asal Kayu Tanam Tewas Terpanggang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi lokasi kebakaran di Jalan Pisangan Baru III, Matraman, Jakarta Timur pada Kamis (25/3).

JAKARTA, METRO–Satu keluarga asal Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, menjadi korban kebakaran hebat di permukiman padat penduduk Jalan Pisangan Baru III RT 06 RW 10, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman Jakarta Timur, Kamis (25/3) pagi.

Keluarga asal Padang Pariaman yang tinggal di salah satu kontrakan tersebut bernama Beni (42) yang menjadi kepala keluarga, sang istri bernama Nova (43) dan ketiga anaknya yakni Fani (20), Bebe (15), dan Beno (8).

“Mereka tinggal di kontrakan tersebut sudah lama, sekitar 10 tahun. Seluruh keluarga meninggal dunia tidak sempat menyelamatkan diri,” kata salah satu kerabat dari Beni dan Nova, Gepridoni, di Rumah Duka RSCM Jakarta Pusat.

Gepridoni menjelaskan, jenazah Beni dan Nova, serta tiga anaknya akan dibawa ke kampung asal mereka di Kayu Tanam, Padang Pariaman. Saat ini, seluruh kerabat tengah mengurus dokumen kematian keluarga Beni dan Nova untuk kemudian dibawa ke Padang Pariaman menggunakan pesawat Citilink.

Belasan kerabat Beni dan Nova terlihat masih menunggu pemulangan jenazah korban. Dari pengakuan kerabat, Beni dan Nova hanya memiliki kerabat dan saudara jauh di Jakarta. Sementara itu, seluruh keluarga dekat berada di Padang Pariaman.

Kerabat lainnya, Fendi, yang juga teman alumni SMP dan teman satu kampung, Beni mengatakan bahwa keluarga di Kayu Tanam sudah menyiapkan pemakaman.

“Kuburannya sudah digali, sudah siap dengan kedatangan jenazah. Nanti akan dibuatkan lebih lebar karena akan dimakamkan dalam satu liang untuk lima peti,” kata Fendi.

Sementara, Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur membenarkan adanya korban kebakaran di Matraman, Jakarta merupakan warga Padangpariaman. Menurutnya, jenazah para korban akan dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya.

“Informasinya merupakan satu keluarga. Mereka asal 2×11 Enam Lingkung, Kayu Tanam. Tapi saya belum mengetahui identitas dan rinci jumlah pasti para korban kebakaran yang berasal dari Padang Pariaman. Hanya saja, Informasi jenazah dipulangkan ke kampungnya,” ungkap Suharti Bur.

Selain itu, Kapolsek 2×11 Enam Lingkung, AKP Nasirwan mengatakan, semua korban oleh pihak keluarga direncanakan akan dibawa pulang ke Sumbar untuk dimakamkan di Pakuburan Suku Guci Jarun-Jarun, Korong Pasa usang, Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

“Iya benar, ada lima orang warga Kayu Tanam yang menjadi korban. Mereka direncanakan akan diberangkatkan dari sana sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka merupakan merupakan satu keluarga yang tinggal di rumah kontrakan di sana (Matraman, Jakarta Timur),”,” kata Nasirwan melalui sambungan telepon, Kamis (25/3).

Seperti diketahui, kebakaran hebat terjadi di permukiman padat penduduk di Pisangan Baru III pada pukul 04.50 WIB. Sebanyak 10 warga tewas dalam musibah kebakaran tersebut.  Sementara itu, Damkar Jakarta Timur mengerahkan 14 unit mobil pemadam kebakaran guna memadamkan kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik.

“Musibah ini diduga karna korsleting listrik. Kalau untuk bagian mananya, masih dalam penanganan pencarian. Yang jelas dari beberapa stop kontak, kabarnya ada terbuka,” kata Humas Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Mulat Wijayanto saat dihubungi, Kamis (25/3).

Saat ini Puslabfor Polri masih mendalami letak konsleting listrik ini. Dengan begitu, dapat diketahui sumber api pertama kali muncul, hingga membesar. Sementara itu, banyaknya korban jiwa dalam insiden ini diduga karena letak permukiman yang padat. Hal ini diperparah dengan terbatasnya akses evakuasi. Sebab, lokasi kebakaran berada di jalan buntu.

“Jadi pas kebakaran itu korbannya itu sedang terlelap tidur. Waktu mau kabur di sebelah kanan kirinya itu memang jalan mentok,” jelas Mulat. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional