Menu

Satgas Covid-19 Minta Pemda Fokus Turunkan Angka Kematian

  Dibaca : 51 kali
Satgas Covid-19 Minta Pemda Fokus Turunkan Angka Kematian
KETERANGAN—Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Graha BNPB, berikan keterangan kepada wartawan.

JAKARTA, METRO–Satgas Penanganan Co­vid-19 meminta pemerintah daerah (pemda) me­ngupayakan penurunan angka kasus kematian akibat virus Corona. Pemda wajib mencari tahu penye­bab utama kasus kematian pasien yang ada di daerahnya. “Kami harus berfokus pada penurunan angka kematian,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/9).

Wiku menyadari per­kembangan baik penanganan Covid-19 pada Agustus 2021. Namun, dia mengingatkan tren penurunan kasus Covid-19 jangan disikapi dengan lengah oleh semua pemerintah daerah.

Wiku menyebut angka kematian per Agustus 2021 tercatat sebanyak 37.330 kasus  Di samping itu, saat ini varian Delta masih men­jadi varian of concern (VOC) terbanyak ber­da­sar­kan hasil sequencing. Satgas telah menganalisis 2.323 sampel VOC, yang hasilnya terdiri varian Alfa 64 sampel, Beta 17 sampel, dan Delta 2.242 sampel.

 Di samping itu, mengenai tingginya angka kematian, menurut Wiku, bi­sa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa karena ting­kat keterisian rumah sakit yang penuh, alat kesehatan yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit rujukan, tidak ada tempat isolasi terpusat, atau adanya isolasi terpusat yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Dia juga menduga penyebab lainnya ialah penanganan tidak dilakukan sesegera mungkin ka­rena tidak berjalannya fung­si posko atau satgas desa/kelurahan.

Dalam hal penanganan di tingkat daerah, pemda diwajibkan tidak hanya memahami satu data saja, tetapi juga wajib mengaitkan satu data dengan lainnya agar dapat diidentifikasi masalah yang sebenarnya. Dia mencontohkan pemda bisa me­ng­hubungkan data kematian dengan hal-hal yang berpotensi menjadi penye­bab angka kematian yang masih tinggi.

Seperti data keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) dan ketersediaan alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Lalu, hubungkan data kematian dengan ketersediaan dan pemanfaatan tempat isolasi terpusat dengan jumlah satgas posko dan pelaksanaan fungsi posko hingga tingkat RT/RW. Wiku juga mendorong pemda mulai meninjau karakteristik kematian di daerahnya ma­sing-masing, baik be­r­da­sarkan usia maupun ber­­da­­sarkan tingkat gejalanya.

 “Pada prinsipnya, seluruh kepala daerah wajib mencari tahu penyebab kematian utama di daerahnya dan menghubungkan dengan keadaan kapasitas daerah. Agar dapat segera menemukan akar permasalahan di daerahnya dan melakukan perbaikan yang diperlukan,” pungkas Wiku. (tan/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional