Menu

Sapras Prokes tak Lengkap, 22 SMP Swasta masih Belajar Online

  Dibaca : 354 kali
Sapras Prokes tak Lengkap, 22 SMP Swasta masih Belajar Online
RAPAT— Komisi IV DPRD Padang melakukan hearing atau rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan, Jumat (8/1).

SAWAHAN, METRO
Proses belajar mengajar (PBM) tatap muka sudah di Kota Padang sudah dimulai pada 4 Januari 2021 lalu. Namun ternyata belum semua sekolah yang melaksanakan PBM tatap muka ini. Ada 22 SMP swasta yang masih menggelar belajar daring.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan, alasan sekolah tersebut tetap belajar online karena merupakan permintaan dari wali murid dan pengurus yayasan atau kepala sekolah tingkat SMP swasta itu.

“Kita tentu menyetujui permintaan, sepanjang itu demi kesehatan anak, guru dan mengurangi penularan virus corona,” ujarnya saat memenuhi undangan hearing atau rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Kota Padang, Jumat (8/1).

Selain itu terang Habibul, alasan wali murid sebagian ialah kasus Covid-19 masih terus terjadi di Padang khususnya, dan Sumbar pada umumnya. Sedangkan kendala yang dialami yakni tidak lengkapnya sarana dan prasarana pada sekolah karena dananya terbatas. Namun pihak sekolah berjanji akan memenuhinya.

“Disdik Padang tentu tak bisa memaksakan kehendak untuk tetap melaksanakan sekolah secara tatap muka. Jika dipaksakan, maka berisiko besar nantinya,” paparnya.

Untuk SMP negeri lanjut Habibul, telah serentak menggelar PBM tatap muka yang mekanismenya dibagi per shift dengan jumlah anak yang belajar setengahnya. Begitu juga waktu belajar yang dipersingkat dibandingkan belajar tatap muka sebelum corona melanda daerah ini.

“Jam masuk 07.30 hingga 11. 40 WIB. Sedangkan mata pelajarannya juga dikurangi,” ucap mantan kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Padang ini.

Bagi tingkat Sekolah Dasar (SD) sambungnya, yang belajar tatap muka baru kelas V dan VI dengan waktunya dipersingkat dan jumlah anak setengah. Proses pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Ke depan Disdik akan meningkatkan pelaksanaan belajar tatap muka bila kondisi aman dan nyaman serta klaster baru tidak muncul pada tiap-tiap kelurahan yang ada sekolah,” katanya.

Ia meminta kepada majelis guru di sekolah untuk tetap ingatkan anak-anak mematuhi aturan yang sudah ada, antara lain pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Supaya kesehatan anak tetap terjaga dan mata rantai penyebaran virus corona terputus.

Habibul mengungkapkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, BPBD dan pihak lainnya untuk memcarikan solusi jika ada masalah dan kasus. Supaya ini tak lama terjadi dan keamanan terus terwujud.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry akan berusaha menyampaikan keluhan yang dialami SMP swasta pada pimpinan DPRD Padang. Ini agar ada jalan keluarnya dan SMP swasta bisa terapkan tatap muka.

Selanjutnya, ia mendorong SMP swasta agar berangsur-angsur melengkapi sarana dan prasarana dalam menghadapi sekolah tatap muka. “Kita berharap tak ada perbedaan antara negeri dan swasta,” ujar kader Demokrat ini.

Selain itu, ia mendukung peningkatan pelaksanaan sekolah tatap muka dan meminta pengawasan dilakukan secara ketat. Sehingga klaster baru tak muncul dan penularan tak terjadi. “Komisi IV DPRD siap turun ke lapangan melihat situasi di sekolah-sekolah,” paparnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional