Close

Santri Baru Angkatan Kedua PADI Lubuk Basung Mulai Mondok 

PAMITAN— Sejumlah santri berpamitan dengan orang tua masing-masing sebagai tanda siap untuk menuntut ilmu di Pondok PADI Lubuk Basung.

AGAM, METRO–Suasana pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi (PADI) cabang Lubukbasung Selasa (12/7 siang ramai dari hari biasa karena hari itu santri baru angkatan kedua mulai masuk yang diantar oleh ayah dan bundanya serta sanak keluarga yang datang dari berbagai daerah.

Sebelum acara dimulai ustad Rahmat yang juga sebagai pengasuh dipondok PADI Lubukbasung bertindak sebagai protokol menyampaikan susunan acara. Dimana acara pertama yaitu pembacaan ayat suci Alquran.

Kemudian dilanjutkan dengan dengan sambutan dari Hasneril sebagai pimpinan pondok PADI cabang Lubukbasung. Penyampaian visi dan misi pondok oleh ustad Ngatiman, setelah itu semua santri diminta untuk minta restu dan izin pada masing-masing orang tua dan ditutup dengan penyerahan santri dari orang tua kepada pimpin pondok.

Hasneril pimpinan pondok pesantren Alquran Darul Inqilabi lubukbasung mengatakan, Pondok ini adalah cabang dari Pondok Alquran Darul Inqilabi yang pusatnya berada di Gunung Ronggeng, Martapura, Kalimantan Selatan.

“Dibawah pimpinan umum dan pengasuh untuk menjadikan pondok ini selalu berada di garis yang benar. Kedua pimpinan akan saling mengingatkan, saling menguatkan satu sama lain. Pimpinan Umum di PADI adalah ustadz Syarbaini yang oleh santri lebih akrab dipanggil Abi Syarbaini. Adapun Pengasuh di PADI adalah ustadz Abdul Hafiz yang oleh santri lebih akrab dipanggil Abah Hafiz,”ujarnya.

Dikatakannya, adapun di Lubuk Basung merupakan cabang yang pertama dari 3 cabang yang ada. Cabang lainnya ada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

“Selamat datang di pondok sederhana ini dan terima kasih atas kepercayaan ayah bunda anak-anak kepada ka­mi. Mohon doanya agar kami semua mampu untuk memegang amanah yang berat ini,”katanya.

Dijelaskannya, dengan kondisi yang masih baru dan jumlah santri yang sedikit, ia memastikan karakter santri akan lebih terperhatikan satu demi satu dan pendidikan disini dilakukan dengan sistem kekeluargaan.

“Suksenya pendidikan di tentukan oleh beberapa faktor, yaitu keikhlasan/kepercayaan orang tua menyerahkan anak, keikhlasan dan kesungguhan guru dalam mendidik, serta adab dan kesungguhan dari anak-anak itu sendiri,”ungkapnya.

“Oleh sebab itu kami berharap orang tua dan pondok bisa bekerja sama untuk menjadikan anak-anak sesuai dengan visi dan misi kita bersama, disini anak diajarkan mandiri, masak sendiri, cuci sendiri,”pungkasnya.

Dalam penyambutan santri baru  juga disampaikan Visi dan Misi Pondok yang disampaikan oleh ustad Ngatiman, Visi pondok PADI adalah men­cetak santri yang beradab, bermental sehat, hafal Alquran, menguasai ilmu syari, mandiri, mampu me­nye­lesaikan masalah, dan berdaya guna di masyarakat.

“Dan juga Misi Pondok diantaranya menjalankan program adab(ta’dib), menjalan program pemberdayaan, pem­­belajaran kitab, pembelajaran umum, penghafal Alquran,”kata Ngatiman.

Di akhir acara semua wali santri menyerahkan anak tersayangnya pada pimpinan pondok dan dilanjutkan sa­lam-salaman mereka pada ayah dan bunda masing-masing, pengurus yang hadir dalam penyambutan santri, ustad Rahmat, ustad Ngatiman, ustadzahYanti, ustadzah Ririn. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top