Close

Sanitasi dan Ketersediaan Jamban Baru 73 Persen, 50 Ribu Warga Sijunjung BAB Sembarangan

ORIENTASI— Para peserta mendengarkan materi dari narasumber dalam kegiatan orientasi program sanitasi di Kabupaten Sijunjung yang dilaksanakan di Hotel Bukik Gadang, Muaro Sijunjung, Rabu (30/1).

SIJUNJUNG, METRO – Sanitasi dan ketersediaan akses jamban yang memadai di Kabupaten Sijunjung masih diangka 73 persen. Dari angka 73 persen tersebut, belum termasuk sanitasi total, melainkan baru ketersedian akses jamban yang memadai.

Bahkan, sejumlah nagari masih ditemukan persentase yang hanya mencapai 23 persen saja. Kabupaten Sijunjung yang memiliki delapan kecamatan serta 62 nagari dan 1 desa, baru sebanyak 9 nagari yang siap menyatakan Open Defecation Free (ODF) 100 persen.

Parahnya, rendahnya hitungan tersebut juga mewakilkan Sumbar sebagai peringkat 3 terakhir dari bawah secara nasional dalam hal sanitasi ODF.

Rosman Efendi dari Bappeda Sijunjung mengatakan, secara umum, peran dari semua pihak dan kesadaran dari masyarakat sendiri sangat dibutuhkan dalam mewujudkan Kabupaten Sijunjung ODF atau terbebas buang jamban sembarangan, dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Meskipun pemerintah daerah telah menyatakan siap untuk ODF 100 persen, namun komitmen tersebut membutuhkan usaha dan kiat untuk mencapainya dengan cara membuat program kegiatan dan perencanaan strategis.

“Sijunjung sudah komitmen untuk ODF dan itu sudah masuk kedalam RPJMD dan program kerja ke depannya. Dalam artian rencana dan program telah disiapkan untuk ini,” tutur Rosman pada pertemuan yang terkait orientasi program sanitasi di Kabupaten Sijunjung di Hotel Bukik Gadang, Muaro Sijunjung, Rabu (30/1).

Penasehat bidang air minum dan sanitasi SNV Indonesia, Bambang menjelaskan, untuk mewujudkan sanitasi yang sehat dan Kabupaten Sijunjung ODF 100 persen, perlu dukungan dan peran semua pihak dalam mencapainya. Sebab, sanitasi ini merupakan tanggung jawab semua, karena menyangkut lingkungan dan saling berhubungan satu dengan lainnya.

“Kita berharap, angka 73 persen untuk Sijunjung ini bisa terus meningkat hingga 100 persen dan terwujudnya sanitasi total berbasis masyarakat,” tuturnya saat menyampaikan materi.

Bambang menjelaskan, jika dilakukan penghitungan dari persentase data, bisa disimpulkan sekitar 50 ribu penduduk Sijunjung masih buang air besar (BAB) sembarangan. “Ada sekitar 240 ribu penduduk Sijunjung, jika 73 persen berarti masih ada lebih kurang 50 penduduk yang buang air sembarang setiap harinya,” ungkapnya.

“Untuk mencapainya, kita lakukan upaya-upaya khusus. Baik itu pembekalan SDM, fasilitas air bersih dan akses yang memadai, termasuk penyebarluasan informasi melalui berbagai media. Begitu juga dengan perencanaan dan program strategis dari pemerintah daerah hingga tingkat nagari sangat berperan untuk mewujudkannya,” tutur Bambang.

Dalam pertemuan yang terkait orientasi program sanitasi di Kabupaten Sijunjung itu, hanya menghadirkan pemateri dari SNV Indonesia dan PKBI Sumbar serta Dinas Kominfo Kabupaten Sijunjung saja. Sedangkan dari stakeholder dan pihak terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan PDAM tidak ikut dalam pertemuan tersebut. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top