Menu

Sampah jadi Biang Kerok Banjir Padang, Tim OP dan TRC Drainase Berjibaku

  Dibaca : 498 kali
Sampah jadi Biang Kerok Banjir Padang, Tim OP dan TRC Drainase Berjibaku
BERSIHKAN SALURAN— Tim Operasional dan Pemeliharaan serta Tim Reaksi Cepat (Tim OP dan TRC) melakukan pembersihan terhadap saluran drainase yang tersumbat di sejumlah titik di Kota Padang, Kamis (9/1).

UJUNG GURUN, MERTO–Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Kamis (19/1) mengakibatkan sejumlah titik tergenang air. Pantauan POSMETRO di lapangan, genangan air terjadi di Jalan Imam Bonjol, Gunung Pangilun, dan Ahmad Yani.

Kawasan lainnya yang juga direndam banjir diantaranya, Rawang Mata Air, Pondok Kampung Nias dan Jondul Rawang. Jalan Raden Saleh, Jalan Raya Siteba, dan kawasan Lapai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Yenni Yuliza mengatakan, genangan yang terjadi disebabkan karena curah hujan tinggi, (data Pos hujan Khatib Sulaiman CH 115 mm durasi hujan 4 jam) bertepatan dengan pasang naik air laut tertinggi. Sehingga beberapa ruas saluran drainase primer (utama), kondisi penuh dan tidak dapat mengalir ke laut/sungai, terhalang pasang tinggi.

Kemudian terang Yenni, belum ada saluran drainase atau kapasitas saluran yang ada tidak cukup menampung debit atau kondisi saluran rusak. Selain itu, belum terkoneksinya hirarki saluran drainase.

“Selanjutnya, saluran tersumbat oleh objek padat sampah atau benda hanyut lainnya, sehingga aliran air tersumbat dan mengakibatkan genangan di kawasan hilirnya. Inlet-inlet saluran yang tersumbat oleh material penghalang aliran, sehingga air di jalan tidak dapat mengalir atau tersumbat masuk ke saluran drainase,” bebernya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut terang Yenni, perlunya peningkatan kapasitas saluran dan pemasangan pompa di muara saluran. Saat ini hanya ada satu pompa di belakang kantor Dinas PSDA Sumbar. Sedangkan kebutuhan sesuai perencanaan yaitu tujuh titik pompa.

Kemudian ungkap Yenni, solusi lainnya yaitu peningkatan kegiatan pembangunan dan rehabilitasi drainase yang bersifat reguler di Dinas PUPR Kota Padang. Untuk saluran yang tersumbat dapat dituntaskan melalui Tim Operasional dan Pemeliharaan serta Tim Reaksi Cepat (Tim OP dan TRC) Drainase Kota Padang.

Pada saat terjadinya genangan pada Kamis (9/1), Dinas PUPR Kota Padang nampak mengerahkan Tim OP dan TRC Drainase sebanyak 72 orang yang tersebar di berbagai titik. “Mereka bekerja, memantau drainase yang tersumbat dan banyak sampah,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Padang Fadelan Fitra Masta.

Ditambahkan Fadel, curah hujan ini meningkat dari tahun lalu,” Seperti diprediksi beberapa hari lalu tercatatnya 239 milimeter, sedangkan tahun lalu 220 milimeter, Tahun ini jelas lebih tinggi. Maka dari itu kita tingkatkan kewaspadaan dengan membentuk TRC pemantau banjir,” ungkapnya.

Fadel menjelaskan, penanganan genangan telah dilaksanakan di 2019 dengan membangun 6,47 Km saluran drainase, rehabilitasi 11,74 Km saluran drainase. Kemudian, pengerukan sedimentasi 49,65 Km saluran drainase, dan mencrossing 11 titik saluran dan jalan. (uki/cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional