Close

Sambut Ramadhan 1442 H, Surau Tertua di Maninjau Direnovasi

RENOVASI— Jelang masuknya Ramadhan 1442 H warga merenovasi surau tertua di Maninau yang terletak di Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya Agam.

AGAM, METRO
Puluhan masyarakat Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menggelar gotong royong perbaikan atau renovasi ‘surau tuo’ (mushalla-red) di perkampungan Panji Kubu Gadang, Minggu (28/3). Kegiatan sosial ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H yang tinggal beberapa hari lagi.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat Edi Yuzuwardi mengatakan, gotong royong (goro) ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas permintaan masyarakat sekitar yang menginginkan surau tuo dapat difungsikan kembali. Di mana sebelumnya surau ini telah ditinggal penduduk sejak puluhan tahun yang lalu.

“Kampung Panji Kubu Gadang ini dulunya sempat ditinggal penduduk pada tahun 80an. Namun, saat ini masyarakat yang dulunya pernah meninggalkan kampung, kini mulai bermigrasi kembali lantaran ingin memanfaatkan segala potensi yang ada di Panji seperti berkebun dan bertani,” ujar Edi.

Edi menyebutkan, biaya yang dikeluarkan untuk gotong royong renovasi surau tuo hanya menggunakan dana swadaya masyarakat dan para perantau. Bahkan renovasi ini sudah dimulai sejak beberapa waktu belakangan secara bertahap, tergantung ketersediaan dana bantuan yang ada. “Untuk sekarang yang kita gotong royong-kan adalah pembenahan lantai surau, tempat wudhu, dan MCK,” kata Edi.

Setelah renovasi surau tuo selesai, lanjut Edi, nantinya bangunan ini akan difungsikan kembali sebagai tempat ibadah, termasuk akan digunakan untuk sholat tarawih di bulan Ramadhan dan sholat Idul Fitri.

Dia menambahkan, bangunan surau yang berdinding papan dan berukuran 10 × 10 meter ini telah berusia lebih 100 tahun. Bahkan surau ini menjadi salah satu surau tertua di Nagari Maninjau. Disamping itu, surau ini berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Pemerintahan Nagari Maninjau. Atau persisnya berjarak 2 kilometer dari Pondok Pesantren Prof Dr Buya Hamka yang terletak di kawasan perbukitan.

“Dari belasan rumah yang ada disini, hanya baru tiga unit saja yang dihuni oleh pemiliknya. Kita berharap semua penduduk yang pernah bermukim disini agar dapat kembali lagi. Termasuk menggarap segala potensi yang ada disini,” ungkap Edi.

Sementara itu, Walinagari Maninjau Alfian mengatakan, goro ini dilaksanakan bersamaan dengan penutupan pengecoran jalan Panji Kubu Gadang tahap satu. Di samping itu pihaknya telah berupaya untuk menghidupkan kembali kampung Panji Kubu Gadang, mulai penyediaan akses yang cukup memadai, irigasi, sarana air bersih, dan kelistrikan sudah diupayakan sejak beberapa tahun terakhir.

Alhamdulillah antusiasme masyarakat yang mengikuti goro sangat tinggi sekali. Sehingga hal ini diharapkan masyarakat dapat menghidupkan kembali kampung Panji Kubu Gadang, serta bersama -sama dalam membangun Nagari demi terciptanya kemajuan Nagari Maninjau kedepan,” jelas walinagari. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top