Close

Sambangi Korban Kebakaran, Wako Bukittinggi: Kami Turut Berbelasungkawa 

KUNJUNGI KORBAN— Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menyambangi korban dan tinjau lokasi kebakaran yang terjadi di belakang Pasar Aur Kuning, Jumat (16/9).

BUKITTINGGI, METRO–Pasca kebakaran yang melanda lima petak rumah warga yang berada di belakang Terminal dan Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, Kamis (15/9), menimbulkan keprihatinan oleh segala pihak.

Tidak terkecuali Walikota Bukittinggi Erman Safar yang merasakan betapa pilunya masyarakat yang rumahnya menjadi korban kebakaran tersebut. Untuk lebih merasakan hal tersebut, orang nomor satu di kota wisata tersebut mengunjungi langsung para korabn yang saat ini mengungsi di rumah kerabat.

Selain mengunjungi para korban, tidak lupa Walikota Erman Safar meninjau lokasi kebekaran yang berada di kawasan padat penduduk tepatnya di Barambuang Dua, RW 04, Kelurahan Tarok Dipo.

“Kami turut berbelansung­kawa atas musibah yang menimpa warga kitra yang berada di belakang Pasar Aur Kuning ini,”katanya.

 Dikatakan oleh Erman Safar, dari data yang diperoleh oleh pihaknya, sekitar 30 jiwa yang terdampak dalam bencana tersebut. “Untuk itu pihak Pemkot Bukittinggi telah berupaya melakukan penanganan terhadap korban kebakaran untuk mencarikan tempat tinggal semen­ta­ra,”ungkapnya.

“Disamping itu pemerintah kota Bukittinggi akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu segala keperluan bagi korban kebakaran ini sehingga mereka tidak terpukul atas peristiwa yang dialami saudara-saudara kita ini,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di kawasan Barumbuang belakang Terminal dan Pasar Aur Kuning, Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, Kamis (15/9). Sebanyak  lima unit rumah ludes dilahap si jago merah dan 30 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Untungnya, dalam mus­i­bah kebakaran itu tidak ada menimbulkan korban jiwa. Namun, kebakaran yang ditaksir menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah, sempat membuat warga setempat panik lantaran takut api semakin meluas, mengingat padatnya permukiman di sa­na.

Selain menimbulkan kepa­nikan, kebakaran ini membuat kemacetan panjang karena ramainya warga ke lokasinya yang juga bersebelahan dengan sekolah dasar. Hampir satu jam berjibaku, petugas Damkar pun akhirnya berhasil memadamkan api.

Menurut warga setempat, api berasal dari penumpukan barang bekas yang dikumpulkan pemilik rumah di salah satu pekarangan.

“Pastinya saya tidak tahu juga karena apa, yang terlihat asal api dari barang bekas yang ditumpuk di sudut pekarangan dari lima petak rumah ini,” kata Rinto Simbolon (62), Kamis.

Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai daerah tampak mengevakuasi dan berhasil memadamkan api yang menimbulkan perhatian warga Bukittinggi.

Rinto mengatakan rumah kayu itu sudah berdiri sejak lama di daerah setempat dan terkadang juga mengalami kebanjiran.

“Sering kena banjir juga, rumah itu ditempati saudara kami dari warga Sumatra Utara, sebagiannya pemulung dan buruh,” kata dia.

Kapolsek Kota Bukittinggi, Kompol Rita Su ryani mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.

“Ada sekitar 30 jiwa yang terdampak, kami kerja sama dengan Pemkot Bukittinggi untuk penanganan korban hingga tempat tinggal sementara,” kata Kompol Rita.

Kabid Opersasi Dinas Dam­kar, Havid Febrian me­nyebut ada lima armada dari Kota Bukittinggi dan dua lainnya dari Kabupaten Agam.

“Proses pemadaman sekitar 45 menit, api cepat membesar karena bangunan dari kayu, kerugian ratusan juta, kami mengimbau kewaspadaan warga,” kata dia. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top