Menu

Sama dengan Muhammad Kace, Ustaz Yahya Waloni Dijerat Pasal Berlapis

  Dibaca : 91 kali
Sama dengan Muhammad Kace, Ustaz Yahya Waloni Dijerat Pasal Berlapis
DITANGKAP—Ustaz Yahya Waloni saat ditangkap Tim Bareskrim Polri tiga hari lalu tanpa melakukan perlawanan.

JAKARTA, METRO–Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Siber) Bareskrim Polri telah menangkap Ustaz Yahya Waloni atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penistaan agama pada Kamis (26/8). Penyidik Dit Siber Ba­reskrim Polri menjerat Ustaz Yahya Waloni dengan pasal berlapis.

“Penyidk menjeratnya dengan pasal berlapis, dari perbuatannya disangkakan dengan beberapa pasal,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Jumat (27/8).

Pasal yang disangkakan kepada Yahya Waloni sama seperti Muhammad Kece, yakni Pasal 28 ayat (2) dan juncto Pasal 45a ayat (2). Pasal tersebut mengatur soal penyebaran permusuhan dan ujaran kebencian berdasarkan SARA. Dia juga disangkakan dengan Pasal 156a KUHPidana tentang penodaan agama.

“Pasal yang disangkakan sama, perilaku dan tindakannya sama (dengan Kece, red),” tutur Rusdi. Baca Juga: Menangis, Ustaz Yahya Waloni: Saya Siap Memimpin Para Ustaz Perang Melawan Komunis Rusdi juga menjelaskan kronologis penangkapan Muhammad Yah­ya Waloni pada Kamis (26/8) sekitar pukul 17.00 WIB di Perumahan Permata, Klaster Dragon, Kecamatan Cileungsi, Kabupate Bogor, Jabar. Penegakan hukum terhadap Yahya Waloni berdasarkan Laporan Polisi (LP) Nomor 0287/VI/2021/Bares­krim.­Polri tanggal 27 April 2021.

Setelah adanya laporan, penyidik Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan bulan Mei status perkara dinaikkan menjadi penyidikan termasuk menetapkan tersangka.

“Itu kan proses sejak bulan April, bulan Mei sudah naik ke penyidikan, sudah jadi tersangka,” ujar Rusdi. Rusdi menyebutkan, ada beberapa konten video serta peralatan yang digunakan Yahya Waloni untuk menyebarkan konten ceramahnya ke akun media sosialnya, termasuk juga ke­terangan saksi-saksi yang akan menjadi alat buk­ti yang dapat membuat terang perkara tindak pidana tersebut. Ustaz Yahya Wa­loni saat ini ma­sih menjalani pe­me­rik­saan di Direktorat Si­ber Bareskrim Polri. Penyidik masih punya batas waktu 1×24 jam untuk menahannya di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri.

“Ini kan masih proses, ditangkap jam 17.00 artinya Polri masih memiliki waktu 1×24 jam sampai pukul 17.00 nanti perkem­bangannya kami sampaikan lagi,” kata Rusdi. Da­lam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Ustaz Yahya Waloni menyampaikan bah­wa Bibel (Injil) tak hanya fiktif, tapi juga palsu. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional