Menu

Saksi Sebut Terdakwa Pukul Korban Anak di Bawah Umur, Terdakwa WNA Amerika Membantah

  Dibaca : 112 kali
Saksi Sebut Terdakwa Pukul Korban Anak di Bawah Umur, Terdakwa WNA Amerika Membantah
HADIRKAN SAKSI— JPU Kejari Tuapejat, Mentawai menghadirkan saksi terkait kasus dugaan pemukulan anak di bawah umur yang dilakukan terdakwa Eric Robet (38), WNA Amerika, di PN Kelas I A Padang. 

PADANG, METRO
Sidang dugaan penganiayaan yang dilakukan terdakwa Eric Robet (38) yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika terhadap anak di bawah umur DCS (15), kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Kelas IA Padang. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuapejat, Kepulauan Mentawai, menghadirkan sepuluh orang saksi. Para saksi yang dihadirkan, Derhat Caleg Sababalat (korban), Narmawati Sapalakkai (orang tua korban), Nisan Sababalat, Rivaldo Anggi Saputra,  Jon Aprizal,  Noperlan Herianto, AK PRH Yerbil Sababalat dan Carles.

Menurut keterangan saksi korban Derhat Caleg, dirinya dipukul sampai mengalami luka dibagian bibir, dan kening. “Waktu itu gara-gara anjing milik terdakwa mati, jadi saat itu saya bersama teman-teman sedang jalan. Datanglah seorang ibu kepada kami dan  mengatakan kepada saya, kalau ada anjing mati, lalu saya berniat untuk mengubur agar tidak berbau busuk. Awalnya saya tidak tahu itu anjing milik terdakwa, dan terdakwa menuduh saya membunuh anjing itu,” ujar Derhat.

“Terdakwa marah, lalu terdakwa ini menangkap teman-teman saya. Kemudian teman-teman saya lari, namun saya berhasil ditangkap oleh terdakwa hingga terjatuh, saya dipukul hingga lebih satu kali, dibagian bibir, kening,” kata Derhat. Selasa (17/11).

Saksi korban mengaku kalau dirinya sempat pingsan, sewaktu kejadian. “Saya sempat dilarikan kepuskesmas akibat pemukulan itu,”ujar Derhat.

Saksi lainnya yakninya Rivaldo Aanggi Saputra,  Jon Aprizal,  Noperlan Herianto, AK, PRH  dan Yerbil Sababalat, mengaku kalau korban dipukul terdakwa. “Ya melihat kalau pak Eric (terdakwa), memukul Derhat Caleg Sababalat (korban),”imbuh saksi.

Sementara itu, orang tua korban, Narmawati Sapalakkai, mengaku, sejak kejadian itu sampai saat sekarang ini, tidak ada terdakwa menyampaikan maaf kepada keluarga. Bahkan terdakwa pun tidak memberikan uang pengobatan kepada keluarga. “Dia ini (terdakwa) tidak pandai bergaul dalam masyarakata,”sebut Narmawati.

Ia menambahkan, terdakwa Eric memiliki resot di pulau Sibigau, Kepulauan Mentawai. Dalam persidangan tersebut, JPU pada Kejari Tuapejat,  Kepuluan Mentawai  Fuad memperlihatkan barang bukti kepada majelis hakim, berupa baju korban pada saat kejadian.

Terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Lukman cs, membantah semua keterangan saksi. Tak hanya itu, terdakwa akan mengajukan saksi yang meringankan dirinya. “Ada istri terdakwa yang akan memberikan keterangan yang meringankan, untuk kami minta waktu satu minggu,”ujar PH terdakwa. Menanggapi hal tersebut, sidang yang diketuai Agnes Sinaga didampingi hakim anggota Leba Max Nandoko dan Rinaldi, memberikan kesempatan satu minggu. Usai sidang  terdakwa yang mengenakan baju kemeja hitam dan masker hitam, tampak ke luar  dari ruang sidang dengan didampingi PH terdakwa.

Dalam berita sebelumnya disebutkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 30 Juni 2020 lalu, di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinisi Sumatra Barat (Sumbar). Kejadian ini berwal saat anjing milik terdakwa mati di pinggir pantai. Matinya anjing milik terdakwa ini disebabkan, berkelahi dengan anjing lainnya.

Melihat anjing milik terdakwa mati, korban DCS (15) memberitahukannya kepada terdakwa. Namun terdakwa malah menuduh korban, membunuh anjing miliknya. Terdakwa pun menganiaya korban hingga mengalami luka pada bibir bawah dan atas. Atas kejadian tersebut pada tanggal 1 Juli 2020, keluarga korban melaporkannya kepada polisi, karena tidak terima dengan sikap terdakwa. Kini kasus tersebut, tengah berjalanan di pengadilan. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional