Menu

Sakit Hati Pemicu Kasir RM Madina Bunuh Pramusaji

  Dibaca : 507 kali
Sakit Hati Pemicu Kasir RM Madina Bunuh Pramusaji
REKONSTRUKSI—Tersangka AF (21) yang bekerja sebagai kasir RM Madina memperagakan pembacokan pramusaji, dalam rekonstruksi kasus pembunuhan di Polres Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO
Motif pembunuhan yang dilakukan kasir Rumah Makan (RM) Madina di Kota Bukittinggi terhadap rekannya kerjanya sebagai pramusaji yang terjadi di jalan By Pass, tepatnya dekat Kantor MUI Bukittinggi, pada bulan Maret lalu, ternyata hanya gara-gara sakit hati.

Hal itu terungkap dari reka adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan pramusaji yang digelar Satreskrim Polres Bukittinggi di halaman Mapolres yang disaksikan penyidik dan Jaksa, Senin (22/6). Dalam rekonstruksi tersebut, diperagakan langsung oleh tersangka bernisial AF (21) sedangkan korban bernisial AN (25) digantikan oleh Polisi.

Sebanyak 20 adegan diperagakan oleh tersangka mulai awal terjadinya cekcok hingga mereka sepakat untuk berduel di jalan By Pass, tepatnya dekat Kantor MUI Bukittinggi.
Dari reka adegan, pelaku membacok kepala korban sebanyak dua kali dengan parang.

Kasat reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution usai menggelar perkara tersbeut mengungkapkan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan. Kasus pembunuhan ini motifnya karena sakit hati.

“Jadi, tersangka Af sudah memendam rasa sakit hati kepada korban setahun belakangan ini, sehingga mereka berdua memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan itu diluar jam kerjanya. Ketika sepakat untuk berduel inilah, AF membunuh AN,” ungkap AKP Chairul.

AKP Chairul menjelaskan, rekonstruksi memperagakan 20 adegan mulai dari awal tersangka mengajak korban berkelahi hingga melakukan pembacokan kepada korban sebanyak dua kali di bagian kepala korban menggunakan parang hingga akhirnya korban tewas di lokasi kejadian.

“Melihat korban yang sudah tertelungkup dan bersimbah darah di lokasi, tersangka membuang parangnya dan tersangka juga duduk di lokasi menunggu hari gelap lalu pergi meninggalkan lokasi. Namun, tersangka berhasil ditangkap sebelum melakukan perjalanan pulang ke kampung halamannya di Medan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman 15 tahun kurungan penjar,” jelas AKP Chairul.(pry)

Sebelumnya, sepakat berduel untuk melampiaskan sakit hati, seorang kasir Rumah Makan (RM) Madina di Kota Bukittinggi tega membacok rekannya yang bekerja sebagai pramusaji hingga tewas bersimbah darah. Peristiwa berdarah itu terjadi di jalan By Pass, tepatnya dekat Kantor MUI Bukittinggi, Senin (30/3).

Korban bernisial AN (25) tewas dengan empat luka bacok pada kepalanya. Sementara, pelaku berinisial AF (21) usai menghabisi nyawa korban, pergi begitu saja untuk melarikan diri. Namun, pelaku berhasil ditangkap Satreskrim Polres Bukittinggi di Jalan Lintas Bukittinggi-Medan pada Selasa, (31/3) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso mengatakan, kasus pembunuhan itu terjadi lantaran tersangka AF kesal dengan AN yang kerap melawan ketika dinasihati untuk bekerja dengan sopan setiap melayani tamu di rumah makan tersebut. Namun nasihat tersangka tidak diindahkan, malahan korban sering mengajak tersangka untuk berduel.

“Karena sering ditantang untuk berduel, tersangka pun menerima tantangan korban yang sepakat berduel di jalan By Pass, dekat Kantor MUI Bukittinggi. Keduanya yang sama-sama punya nyali pun sepakat berjalan kaki dari rumah makan menuju tempat kejadian perkara (TKP),” kata AKBP Iman.

Namun, menjelang tragedi berdarah itu, AKBP Iman menjelaskan, tersangka diam-diam mengambil sebilah parang dan memasukkannya ke dalam karung. Senjata tajam itu disimpan di balik punggung bajunya. Setelah itu, tersangka berjalan duluan ke lokasi yang disepakati dan disusul oleh korban.

“Tersangka AF bersembunyi di semak-semak menunggu kedatangan korban AN. Melihat AN datang, tersangka pun langsung mengayunkan parang ke bagian kepala korban sebanyak dua kali. Korban sempat menangkis parang itu dengan tangannya namun terjatuh. Setelah korban tergeletak di tanah, tersangka kembali mengayunkan parangnya ke kepala korban sebanyak dua kali lagi. Korban terkapar bersimbah darah dan meninggal dunia di lokasi,” jelas AKBP Iman. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional