Menu

Sakit Hati, Paman Istri “Dihabisi”, Dibekap lalu Dipukul Pakai Martil di Jorong Ranah Mulia, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar

  Dibaca : 262 kali
Sakit Hati, Paman Istri “Dihabisi”, Dibekap lalu Dipukul Pakai Martil di Jorong Ranah Mulia, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar
PEMBUNUH— Pelaku pembunuhan berinisial BG diamankan di Polres Dharmasraya setelah kabur ke Kota Padang.

DHARMASRAYA, METRO–Sempat menjadi buronan, seorang pria yang menjadi pelaku utama pembunuhan terhadap Junaidi (55) yang ditemukan tewas ditutup kasur di rumahnya di Jorong Ranah Mulia, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar berhasil ditangkap Tim Satreskrim Polres Dharmasraya.

Pelaku yang diketahui berinisial BG ditangkap di tempat persembunyiaannya di Kota Padang setelah 20 hari dilakukan perburuan. Selain menangkap pelaku, petugas juga sudah mengamankan barang bukti yakni satu buah bantal, satu martil, satu kasur, satu pisau dapur dan baju kaos.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Anggun Cahyono, mengatakan, tersangka berinisial BG ditangkap di wilayah Kota Padang usai melarikan diri sekitar 20 hari. Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada 4 Agustus 2021 sekitar pukul 04.00 WIB, untuk sementara motif pembunuhan lantaran tersangka sakit hati dengan korban.

“Korban dalam peristiwa itu bernama Junaidi, dibunuh di rumah korban di Jorong Ranah Mulia Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar. Berdasarkan hasil autopsi, korban diperkirakan telah meninggal kurang lebih lima hari setelah ditemukan,” kata AKBP Anggun, saat menggelar jumpa pers di halaman Mapolres Dharmasraya, Senin (30/8).

Dijelaskan AKBP Anggun, tersangka menghabisi korban dengan cara membekap muka korban menggunakan bantal. Setelah korban lemas, tersangka selanjutnya memukul bagian dada dan kepala dengan martil sampai berkali-kali hingga korban meninggal dunia.

“Setelah dipastikan meninggal, jasad korban ditutup dengan kasur oleh pelaku. Setelah itu,  pelaku langsung melarikan diri. Selama pengejaran pelaku awalnya juga diditeksi kabur ke luar Sumbar. Tetapi, pelariannya berakhir setelah kita tangkap di Kota Padang,” ungkap AKBP Anggun.

Dijelaskannya,  korban adalah paman dari istri tersangka sendiri. Dari hasil pemeriskaan awal, pihaknya menduga motif dari kejadian ini diduga akibat pelaku merasa sakit hati kepada korban, sehingga korban sudah merencanakan membunuh korban.

“Atas perbuatanya tersangka dijerat pasal 340 Junto 338 KUHP tentang dugaan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa korban dengan ancaman hukum mati atau penjara sumur hidup atau dipenjara selama-lamanya 20 tahun, pungkasnya.

Sebelumnya peristiwa penemuan mayat pertama kali ditemukan Ginggin dan Bambang pada 8 Agustus 2021 sekitar pukul 12.30 WIB. Keduanya datang ke rumah korban dengan maksud meminjam dodos atau alat memanen sawit, namun setelah dipanggil tidak menjawab dan menemukan korban dalam keadaan tewas.

Kondisi korban saat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk, dimana tubuh korban ditutupi dengan kasur. Pada bagian tubuh korban ditemukan luka diduga benda tajam di bagian dada dan di bagian kepala diduga, karena benda tumpul. (tim)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional