Menu

Sakit Hati Diputus Cinta, ABG Sebar Video Seksi Pacar di Medsos

  Dibaca : 202 kali
Sakit Hati Diputus Cinta, ABG Sebar Video Seksi Pacar di Medsos
SEBAR VIDEO PACAR—Penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh saat memeriksa AA terkait kasus penyebarluasan konten asusila pacarnya di media sosial.

PAYAKUMBUH, METRO
Tim Cheetah Satreskrim Polres Payakumbuh menangkap seorang anak baru gede (ABG) berinisial AA (17), warga Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Dia diduga menyebar video tak senonoh pacarnya NS, warga Kota Payakumbuh ke sejumlah media sosial (medsos), Kamis (8/10) sekitar pukul 02.40 WIB.

Akibatnya, AA harus berurusan dengan pihak Kepolisian karena diduga melanggar Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tersangka yang belum memiliki pekerjaan itu dibekuk di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit handphone yang diduga digunakan tersangka untuk merekam dan menyebar/mendistribusikan video sang pacar yang tidak menggunakan pakaian.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim AKP M. Rosidi didampingi KBO Satreskrim Iptu Eridal serta Paur Humas Ipda Satria Rudi menyebut antara korban dan tersangka memang pacaran meski mereka belum pernah bertemu. Namun karena sakit hati diputus, tersangka nekat menyebar rekaman video saat ia dan korban melakukan video call, saat itu korban video call dalam keadaan seksi, bahkan tidak menggunakan busana.

“Iya, antara korban dan tersangka memang pacaran, namun mereka belum pernah bertemu lansung, karena baru kenal dua minggu melalui media sosial Facebook. Korban kemudian memutus hubungan dengan tersangka AA, karena sakit hati, tersangka nekad menyebarkan video asusila itu,” terang M Rosidi, Jumat (9/10) kepada wartawan.

Kasat Reskrim juga menambahkan, saat diperiksa oleh penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Payakumbuh, tersangka mengakui bahwa dia memang telah mendistribusikan dan/atau mentransmisikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Informasi atau dokumen elektronik yang dimaksud yakni berupa rekaman video call antara Korban dengan dirinya, dimana saat video call tersebut korban tidak menggunakan busana.

“Rekaman atau screenshoot video call yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan tersebut didistribusikan sebanyak empat kali, yakni tanggal 25 Agustus 2020, Sabtu tanggal 29 Agustus 2020, Sabtu tanggal 29 Agustus 2020 serta Selasa 1 September 2020,” akunya kepada penyidik.

Karena tidak senang dengan apa yang dialami putrinya, orang tua korban yang beralamat di Kecamatan Payakumbuh Barat, melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian, hingga dilakukan penangkapan. Hingga kini, tersangka masih ditahan di Sel Mapolres Payakumbuh Kawasan Labuah Basilang Kecamatan Payakumbuh Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional