Menu

Sah, Mahyeldi-Audy Suara Terbanyak di Pilgub Sumbar

  Dibaca : 590 kali
Sah, Mahyeldi-Audy Suara Terbanyak di Pilgub Sumbar
RAPAT PLENO— KPU Sumbar melaskanakan rapat pleno hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020 di Mercure Hotel.

PADANG, METRO
Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) nomor 4, Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar sebagai peraih suara terbanyak dari tiga Paslon lainnya.

Ditetapkan pasangan Mahyeldi-Audy sebagai peraih suara terbanyak, setelah KPU Sumbar merampungkan rekapitulasi surat suara dari 12.548 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 179 kecamatan di 19 kabupaten dan kota di Sumbar.

KPU Sumbar melaksanakan rapat pleno hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020 di Mercure Hotel sejak Sabtu (19/12). KPU dapat menuntaskan rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilgub Sumbar tingkat provinsi pada Minggu (20/12) pada pukul 18.30 WIB.

“Paslon dengan suara terbanyak pada Pilgub Sumbar yaitu Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy, memperoleh 726.853 suara atau 32,43 persen,” ujar Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani dalam rapat pleno tersebut.

Lalu, urutan kedua, disusul pasangan Nasrul Abit-Indra Catri yang memperoleh sebanyak 679.069 suara dengan persentase 30,30 persen. Selanjutnya, pada posisi ketiga, Mulyadi-Ali Mukhni memperoleh sebanyak 624.477 suara dengan persentase 27,42 persen.

“Kemudian, paslon nomor urut 3, Fakhrizal-Genius Umar memperoleh sebanyak 220.893 suara dengan persentase 9,86 persen. Pasangan ini merupakan pasangan yang memperoleh suara paling sedikit di antara pasangan lainnya,” ungkap Yanuk.

Dijelaskan Yanuk, jumlah surat suara sah hasil rekapitulasi hingga tingkat provinsi sebanyak 2.241.292 suara atau 96,89 persen. “Sementara surat suara tidak sah sebanyak 71.986 suara atau 3,11 persen. Jadi, total suara sah dan tidak sah sebanyak 2.313. 278 suara,” ujar Yanuk.

Rapat pleno penetapan hasil Pilgub Sumbar 2020 ini dihadiri oleh seluruh Komisioner KPU Sumbar, Komisioner KPU kabupaten dan kota, Bawaslu Sumbar serta perwakilan atau saksi masing-masing pasangan.

Diketahui, Pilgub Sumbar diikuti oleh 4 pasangan calon, yakni nomor urut 1, pasangan Mulyadi-Ali Mukhni yang diusung oleh partai PAN dan Demokrat. Selanjutnya, nomor urut 2, pasangan Nasrul Abit-Indra Catri yang diusung oleh partai Gerindra.

Nomor urut 3, pasangan Fakhrizal-Genius Umar yang diusung oleh Partai Nasdem, Golkar dan PKB. Lalu, nomor urut 4, pasangan Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy diusung partai PKS dan PPP.

Saksi Tolak Tandatangani Berita Acara Penetapan
Sementara itu, tiga saksi paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar menolak menandatangani berita acara penetapan rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat provinsi.

Tiga saksi Paslon yang menolak diawali dari saksi nomor urut 2 Nasrul Abit-Indra Catri, Roni TN. Disusul saksi nomor urut 1 Mulyadi-Ali Mukhni, Gusrial dan saksi nomor urut 3 Fakhrizal-Genius Umar, Hamidi Ambran.

Menurut Roni, alasan pihaknya menolak menandatangani hasil rekapitulasi, karena dari segala bentuk pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan akan ditindaklanjuti.

“Mohon maaf dengan sangat menyesal kami tidak bisa ikut serta dalam penandatangan hasil pemilu ini,” kata Roni.

Senada dengan Roni, Gusrial menyampaikan pihaknya menolak menandatangani, tekait adanya pernyataan salah seorang komisioner mengena pelanggaran yang sangat masif sehingga berpengaruh pada hasil pemilu.

“Kemudian dengan partisipasi pemilu yang sangat rendah ini, juga dengan banyaknya suara yang rusak, ini berpengaruh pada Paslon kami,” katanya.

Sementara, saksi Paslon nomor urut 3, Hamidi Ambral menambahkan, pihaknya kompak untuk tidak menandatangani berita acara rekapitulasi ini.

Ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani mengatakan, terkait penolakan penandatangan tersebut, sesuai regulasi yang ada bisa ditandatangani oleh saksi yang hadir dan bersedia menandatangani.

“Walaupun tiga orang saksi itu menolak menandatangani berita acara penetapan rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat provinsi, itu tidak akan mempengaruhi penetapan Paslon yang meraih suara terbanyak,” tutupnya. (heu)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional