Menu

Sadis! Jamaah Masjid Dibantai di WC

  Dibaca : 1437 kali
Sadis! Jamaah Masjid Dibantai di WC
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
Pembunuhan - pembantaian

ilustrasi

PADANGPARIAMAN, METRO– Pembunuhan sadis terjadi di Masjid Darul Huda di Korong Pilubang, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman, Sabtu (15/8) sore. Seorang jamaah masjid, Abdul Manan (75) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam WC masjid. Lehernya digorok seorang lelaki misterius yang menggunakan helm songkok.

Pembunuhan sadis yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB membuat buncah warga sekitar masjid.

Nadan (60), garin yang pertama sekali menemukan jasad korban bersimbah darah di dalam WC bahkan berteriak-teriak tak karuan saking paniknya, “Pertama ditemukan, korban masih bernafas. Tapi hanya sebentar, setelah itu tak bergerak. Luka di lehernya mengeluarkan banyak darah,” ungkap Nadan.

Dijelaskan Nadan, korban Abdul Manan merupakan warga sekitar masjid. Dia tinggal sendirian karena anak-anaknya merantau. Mungkin karena kesepian sendiri di rumah, Abdul memilih untuk tidur di masjid.

“Sehari-hari, pak Manan memang tidur di masjid ini. Makanya, saya sangat terkejut mendapati dia sudah bersimbah darah. Sungguh tak terduga,” tutur Nadan.

Awalnya, Nadan melihat seornag lelaki memakai helm keluar dari dalam WC masjid. Merasa curiga, dia masuk ke dalam WC Masjid. “Pelakunya sempat saya lihat, namun tak dikenali karena dia memakai helm songkok. Sempat saya teriaki tapi dia lari ke arah Simpang Ketaping dan mengilang,” ucap Nadan.

Mendengar teriakan Nadan, warga mendatangi masjid dan mendapati Manan sudah tak bernyawa. Sejumlah warga langsung menghubungi petugas Polsek Batang Anai. Mendapat laporan, polisi langsung menuju masjid yang jadi lokasi penemuan. “Jasad korban langsung dievakuasi ke rumah sakit dan dilakukan visum,” sebut Kapolsek Batang Anai AKP Anton Rompas.

Selain mengevakuasi korban, petugas juga memburu pelaku yang lari ke Simpang Ketaping, namun polisi kehilangan jejak. Meski demikian, pisau berlumur darah yang dijadikan senjata pembunuhan ditemukan tergeletak di atas tanah, sekitar 400 meter dari masjid.

“Ciri-ciri pelakunya sudah dikantongi, sekarang sedang pengejaran. Sedangkan pisau yang dijadikan senjata pembunuhan ditemukan tak jauh dari lokasi,” ucap Kapolsek.

Kini, polisi menunggu pihak keluarga untuk meminta izin melakukan otopsi. “Selain itu, kemana jasad korban akan dibawa, dan dimakamkan juga belum tahu karena menunggu keputusan keluarga, termasuk otopsinya. Harus izin keluarga juga,” kata AKP Anton.

Kematian Abdul Manan dengan cara tragis menyentakkan banyak orang. Tak ada yang menyangka, lelaki tua yang dikenal baik itu dibunuh. Selama ini, tak diketahui kalau Abdul Manan punya musuh. “Kita akan terus kejar pelakunya. Kalau tertangkap, hukuman berat telah menunggu,” tegas Kapolsek Batang Anai. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional