Menu

Saat Virus Corona Terus Mengancam, Andre Rosiade Cek Stok dan Harga Masker

  Dibaca : 218 kali
Saat Virus Corona Terus Mengancam, Andre Rosiade Cek Stok dan Harga Masker
DIALOG— Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade berdialog dengan petugas Apotek Kimia Farma di Jalan A Yani Padang, kemarin.

ADINEGORO, METRO
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Kali ini, dia mendatangi apotek Kimia Farma di Padang, untuk mengecek stok dan harga masker serta hand sanitizer.

“Memang beredar kabar ada yang sampai harganya ratusan ribu, padahal biasanya hanya puluhan ribu. Kedatangan kita untuk mencek itu, memastikan bahwa harga masker dan hand sanitizer masih dalam kewajaran,” kata Andre kepada wartawan, Sabtu (7/3).

Dia mengapresiasi Kimia Farma yang menekan harga demi memastikan masyarakat bisa mendapatkan masker. Andre mengatakan masker dijual seharga Rp2.000.

“Sudah kita cek dan harga saat ini sudah harga ekonomi. Mereka menjual harga Rp2.000 per pieces. Saya apresiasi bahwa Kimia Farma siap dan membantu masyarakat Sumbar untuk menyiapkan masker dan hand sanitizer,” kata dia.

Katanya, total stok untuk Kota Padang saat ini ada 20 ribu. “Tentu akan ada tambahan menurut info yang saya dapatkan dari Direksi Kimia Farma, mereka memang lagi mempersiapkan jumlah stok dan distribusi ke seluruh daerah yang ada apotek Kimia Farma,” kata ketua DPD Gerindra Sumbar ini.

Andre meminta masyarakat Sumbar tidak panik dengan isu virus corona yang sudah menyebar luas. “Kita harus menghadapinya dengan tenang. Kalau memang ada langkah-langlah pencegahan yang disampaikan pemerintah, maka harus kita ikuti. Kalau memang sakit, segera melapor ke pelayanan kesehatan terdekat,” kata Andre Rosiade.

Di hadapan Andre Rosiade yang datang dengan beberapa orang stafnya, pihak Kimia Farma mengakui sempat menjual masker biasa dengan harga Rp200 per kotak er kotak. Hal itu dilakukan karena menyesuaikan dengan harga pasar, dimana modal beli per kotak sebesar Rp185 ribu. Tak mungkin menjual di harga itu atau di bawahnya.

“Terus terang, modal saat itu Rp185 ribu per boks saat itu. Sekarang terpaksa harus kami jual rugi. Terus terang kami jual rugi. Ini karena ada arahan, mahal-pun kami jual dengan harga murah. Kalau tidak ada arahan, kami salah juga kalau menjual dengan harga murah,” jelas Kepala Cabang Kimia Farma Padang Rudi Hariansyah kepada wartawan. Cabang Padang membawahi 19 kabupaten/kota di Sumbar.

Rudi menjelaskan, agar masker terdistribusi dengan baik, setiap orang hanya diperkenankan membeli 2 pieces saja dengan harga Rp2.000. Hand Sanitizer sendiri dijual Rp15 Ribu. “Kalau tidak dibatasi, maka semua orang akan berbondong-bondong datang dan membeli berboks-boks, sehingga orang yang membutuhkan bisa tidak kebagian lagi,” tambah dia.

Dia menyebut, banyak pembeli yang ingin membeli sekotak, tapi terpaksa ditolak. Apalagi banyak juga yang minta lebih dari dua helai masker dengan alasan keluarganya banyak. “Kami terpaksa menolak dan hanya menjual sesuai arahan pusat, dua lembar. Kami bekerja tentu sesuai dengan arahan pusat,” katanya.

Rudi mengatakan, Kimia Farma memiliki 23 apotek di Sumatera Barat. Khusus di Kota Padang, ada 9 apotek yang menyiagakan masker dan Hand Sanitizer. “Kami sampaikan stok saat ini disebut cukup untuk masyarakat Sumatera Barat, yakni sekitar 20 ribu kotak. Saran kami, ayo dong, yang sakit saja yang beli. Yang sehat jangan beli,” ajak Rudi. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional