Menu

Saat Berdialog dan Bersilaturrahmi dengan PKL, Ramlan-Syahrizal Paparkan Penataan Bukan Penggusuran

  Dibaca : 141 kali
Saat Berdialog dan Bersilaturrahmi dengan PKL, Ramlan-Syahrizal Paparkan Penataan Bukan Penggusuran
Berdialog— Saat berdialog dan bersilaturahmi dengan PKL, pasangan Cawako Ramlan Nurmatias paparkan kinerja yang dilaksanakan selama ini, bukan penggusuran akan tetapi penataan.

BUKITTINGGI, METRO
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi Ramlan dan Syahrizal (RaSya) berdialog dan bersilaturrahmi dengan pelaku UKM dan pedagang kaki lima (PKL) dari Pasa Lereng, Pasa Ateh, Pasa Bawah dan Pasa Aua di Posko Pemenangan RaSya di Manggis Bukittinggi, Selasa malam (3/12). Meskipun diguyur curah hujan yang lebat, namun antusias para pedagang cukup tinggi untuk mendengarkan penjelasan dari petahana.

Dalam silaturrahmi itu, Ramlan Nurmatias menjelaskan, keinginannya untuk memperkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Kreatif melalui pembangunan pusat Usaha Kecil dan Menengah (UKM Centre). Di mana, dalam pembangunan soal ekonomi kerakyatan, harus melibatkan seluruh masyarakat.

“Oleh karena itu, kita perlu menata pedagang kaki lima agar tetap bersih, rapi dan estetis. PKL adalah sektor ril yang akan kita bina secara baik dengan memfasilitasi pedagang kali lima dalam modal usaha melalui program kemitraan. Untuk mencapai sesuai harapan, maka UKM Centre akan dibangun Media Promosi, Informasi UKM, Workshop, Packaging House dan Balai Diklat serta menata pedagang kaki lima. Kemudian mempermudah UKM serta pedagang kaki lima dalam memperoleh modal usaha melalui program kemitraan,” jelas Ramlan.

Terhadap adanya isu bahwa misi dan visi Paslon RaSya akan menggusur kaki lima di Pasar Bukittinggi. Walikota Bukittinggi non aktif ini membantah keras terhadap tudingan yang dilontarkan oleh pihak lain dalam masa kampanye pilkada Bukittinggi 2020 itu.

“Tidak benar adanya tudingan miring seperti itu. Kami akan menata pedagang kaki lima agar teratur dan tertata rapi. Itu memang menjadi program Pemko Bukittinggi dalam RPJMD 2015-2020. Namun menggusur pedagang kaki lima tidak ada dalam pikiran saya. Bisa kita lihat apakah selama tahun ini ada kebijakan saya yang menggusur pedagang kaki lima. Kami coba menata agar lebih rapi, nyaman dan aman. Bukan gusur gusur melakukan penindasan,” tegas Ramlan.

Ramlan menegaskan, keberpihakan dirinya terhadap pelaku UKM dan pedagang kaki lima untuk bersama membangun UKM, Koperasi dan pedagang kaki lima ini menuju pembangunan yang berbasih IT dengan perkembangan teknologi.

“Kita akan mendorong arah pembangunan UKM dan koperasi setya usaha kaki lima lainnya yang berbasis IT karena harus disejalankan dengan perkembangan teknologi,” kata Ramlan.

Menurut Ramlan, dalam agenda pembangunan ekonomi dan investasi harus bermuara kepada pembelaan usaha UMKM dan koperasi dan pedagang kami lima. Maka untuk mencapai hasil maksimal, semua potensi harus digerakkan. Di antaranya, tata kelola BUMD harus ditingkatkan yang profesional, bebas KKN dan mandiri. Termasuk memberikan kemudahan seluruh administrasi perizinan.(pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional