Menu

RZF Si Pemilik Warnet Ternyata Paedofil Sesama Jenis, 5 Anak Bermain Game Online jadi Korban

  Dibaca : 239 kali
RZF Si Pemilik Warnet Ternyata Paedofil Sesama Jenis, 5 Anak Bermain Game Online jadi Korban
DITANGKAP— Pemilik warnet berinisial RZF (27) yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap lima anak laki-laki ditangkap Tim Opsnal Satreksrim Polresta Padang.

PADANG, METRO
Lakukan aksi pencabulan kepada lima anak di bawah umur, pemilik warung internet (warnet) yang memiliki perilaku seks menyimpang sesama jenis ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polresta Padang di Kawasan Keluarahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Selasa dinihari (17/11) sekitar pukul 01.10 WIB.

Saat dilakukan penangkapan, warnet yang sekaligus dijadikan tempat tinggal oleh pelaku RZF (27) sempat dikepung oleh puluhan warga yang merasa geram dengan niat menghakiminya. Namun, Polisi berusaha meredam amarah warga dan langsung mengamankan pelaku ke Mapolresta Padang untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Awalnya, pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari tiga orang korban yang pernah dipaksa oleh pelaku melakukan pebuatan asusila. Tetapi, setelah dicecar berbagai pertanyaan oleh penyidik, pelaku RZF pun akhirnya mengakui kalau ada dua orang lagi yang pernah dilecehkannya, sehingga total korban keseluruhan menjadi lima orang.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, aksi pelecehan seksual sesama jenis yang dilakukan tersangka diketahui telah berlangsung lama. Terakhir, perbuatan tersangka pada 9 November 2020. Kasus ini terungkap setelah salah seorang korban menceritakan kepada orang tuannya dan dilanjutkan dengan membuat laporan ke unit SPKT Polresta Padang.

“Dari laporan itulah, kemudian kita tindaklanjuti dengan penyelidikan hingga kami kami menangkap tersangka RZF di warnet yang sekaligus dijadikan kediaman tersangka. Ketika kita datang untuk melakukan penangkapan, warga setempat sudah mengepung warnet tersebut. Kita berupaya mengamankan pelaku agar tidak dihajar massa dan langsung dibawa ke Polresta Padang,” kata Kompol Rico.

Kompol Rico menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, jumlah Korban yang awalnya tiga orang, sementara ini bertambah lagi dua orang. Mayoritas, korban anak bawah umur berstatus pelajar mulai dari SD sampai SMP. Tindakan pelecehan itu dilakukan saat korban bermain game online di warnet milik tersangka.

“Modusnya, tersangka membujuk korban untuk masuk ke dalam kamarnya. Setelah berada di dalam kamar itulah, tersangka melakukan tindakan asusila memaksa korbannya untuk memuaskan perilaku seks menyimpang sesama jenis. Tersangka kemudian memberikan uang Rp100 ribu kepada korban, agar korban mau diajak kembali,” ujarnya.

Kompol Rico menjelaskan, terkait kasus ini sudah ada tiga laporan polisi yang dibuat oleh korbannya. Sedangkan dua korban lainnya masih menunggu pihak keluarga membuat laporan. Selain itu, pihaknya akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap adanya dugaan korban lain.

“Terhadap tersangka akan kita jerat Pasal 82 Jo 76 E  UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang sub Pasal 292 KUHP,” tutupnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional