Menu

Rutan Kelas II B Padang Gempar, Tahanan Gantung Diri Pakai Celana Panjang

  Dibaca : 162 kali
Rutan Kelas II B Padang Gempar, Tahanan Gantung Diri Pakai Celana Panjang
Illustrasi.

PADANG, METRO–Seorang tahanan Pengadilan Ne­geri Padang yang dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B, Anak Air, Padang, ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri, pada Rabu malam (8/9) sekitar pukul 19.50 WIB. Mirisnya, tahanan itu gantung diri tidak menggunakan tali, melainkan menggu­nakan celanannya.

Tahanan yang tewas gantung diri itu diketahui bernama Fadli tersebut diketahui masih berstatus sebagai tahanan pengadilan atas kasus pen­curian dan belum dijatuhi vonis, karena masih ada beberapa kali persidangan yang harus dijalani korban.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sum­bar, Ali Syah Bana membenarkan adanya ta­hanan yang ditemukan me­ninggal gantung diri, ketika menjalani perawatan di klinik rutan. Namun, pihak­nya belum bisa memas­tikan penyebab tahanan itu nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.

“Kejadian ini diketahui ketika petugas melakukan patroli rutin untuk meme­riksa keadaan di sekeliling, saat itulah ditemukan yang ber­sangkutan tewas ter­gan­tung menggunakan ce­lana panjang miliknya,” kata, Ali Syah Bana, Kamis (9/9).

Menurut Ali Syah Bana, tahanan itu dilaporkan gan­­tung diri menggunakan ce­lana panjang di ling­kungan klinik yang sepi serta tidak ada aktivitas di sekitarnya.  Ia menga­ta­kan, usai kejadian warga binaan yang tersandung kasus pencurian dengan kekerasan itu langsung berkoordinasi dengan pi­hak kepolisian.

“Setelah itu polisi be­serta pegawai membawa tahanan atas kasus pen­curian itu  ke RSUP M Dja­mil Padang. Kemudian tim medis memastikan dinya­takan telah meninggal du­nia,” katanya.

Ali menceritakan, awal­nya pada hari Selasa (7/9) yang lalu, tahanan tersebut melaporkan kehilangan penciuman dan rasa ma­kanan ke klinik rutan. Ia ke­mudian menjalani pe­me­rik­saan medis oleh dok­ter dan menjalani tes antigen Covid-19 dengan hasil ne­gatif.

“Hanya saja, petugas piket kontrol sekitar pukul 19.50 WIB, menemukan tahanan itu   gantung diri dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pihak kepolisian dari Polsek Koto Tangah telah mendatangi sekaligus mencek lokasi kejadian. Warga binaan itu meninggal murni gantung diri, dan keluarga telah mengetahui kejadian ter­sebut,” sebutnya.

Terpisah, Kapolsek Koto Tangah AKP Afrino membenarkan adanya sa­lah satu WBP Rutan Anak Air yang ditemukan oleh petugas yang tengah mela­kukan patroli keliling.

“Saat ini, jenazah kor­ban telah dibawa ke rumah duka untuk diselengga­ra­kan. Pi­hak keluarga ikhlas mene­rima salah seorang keluar­ga­nya tersebut me­ninggal du­nia akibat gan­tung diri, ditandai dengan memberi­kan keterangan tertulis dari pi­hak ke­luar­ga,” katanya.

Dikatakannya, tahanan yang tewas gantung diri ter­se­but merupakan ter­sangka yang tersangkut ka­sus pen­cu­rian dengan ke­kerasan (cu­ras) yang masih men­­ja­lani sidang menunggu vo­nis dari pe­nga­dilan dan di­an­cam de­ngan pasal 365 KUHP.

“Korban ditemukan te­was usai melakukan tes swab karena sebelumnya sempat mengaku kehi­langan penciuman dan rasa makanan. Penyebab pastinya belum kita ketahui pasti. Namun sementara, ka­sus ini murni kasus bu­nuh diri karena tidak di­temukan adanya tanda-tan­­da kekerasan terhadap kor­ban, ditambah pihak ke­luarga yang sudah ikhlas me­nerima meninggalnya korban,” tutupnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional