Menu

Rustam Efendi jadi Irup, SMP N 26 Kekurangan Komputer untuk UNBK

  Dibaca : 379 kali
Rustam Efendi jadi Irup, SMP N 26 Kekurangan Komputer untuk UNBK
SALAMI GURU—Anggota DPRD Padang, Rustam Efendi menyalami majelis guru usai menjadi inspektur upacara di SMP N 26 Kelurahan Batipuh Panjang, Senin (18/11). (ade syafputra/posmetro)

BATIPUH PANJANG, METRO – Anggota DPRD Kota Padang, Rustam Efendi didapuk menjadi inspektur upacara (Irup) di SMP N 26 Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Kototangah, Senin (18/11). Ratusan siswa dan siswi di SMP N 26 dan para majelis guru itu terlihat serius dan khidmat mengikuti jalannya upacara.

Dalam amanatnya, Rustam mengajak semua peserta upacara untuk mensukseskan pembangunan. Salah satunya, mengisi pembangunan dengan cara belajar baik.

“Milikilah cita-cita yang tinggi, hormati dan sayangilah orang tua dan guru, serta kuatkan usaha, ibadah dan doa. Mari sungguh-sungguh dan jangan terkesima dengan Android, sebab hal itu bisa membuat kita malas dan masa depan bisa terganggu,” ujar kader Partai PAN ini.

Menurutnya, kemajuan teknologi memang perlu diikuti, supaya anak tidak tertinggal nanti serta kegaptekan mereka tak ditemui juga. Namun begitu ia mengharapkan agar siswa dan siswi bisa mengontrolnya dengan kegiatan lainnya. Supaya masa depan tidak tertinggal dan karakter siswa lebih baik dari hari ke hari.

Dan kepada majelis guru diimbau untuk mengawasi anak serta berikan pengetahuan yang maksimal. Agar prestasinya meningkat dan kemajuan pendidikan terwujud.

“Para wali murid juga diimbau mengontrol waktu bermain anak, jangan dibiarkan mereka lama dengan gadget atau HP. Namun suruh belajar dan membantu Pekerjaan Rumah (PR). Ini dalam rangka merubah karakternya dan mengejar masa depan ke arah yang lebih bermutu,” ucap anggota Komisi I DPRD Padang ini.

Usai upacara, sebagai wakil rakyat Rustam juga menyempatkan pertemuan dengan majelis guru. Pertemuan singkat itu dipimpin Kepala SMP N 26 Reflijon. Di hadapan Rustam, Kepsek menyampaikan aspirasi antara lain soal kekurangan komputer untuk pelaksanaan ujian UNBK bagi siswa kelas IX. Reflijon mengatakan jumlah komputer sekarang ada 41 unit, sedangkan siswa yang akan tamat pada 2020 mendatang berjumlah 236 siswa. Tentu masih kurang 196 unit lagi.

Selanjutnya, mengenai gedung kesenian juga diharapkan pihak sekolah untuk dibangun, agar latihan kesenian anak-anak bisa rutin dilaksanakan dan penyewaan tempat lain tak lagi dilakukan

Untuk lahan pembangunan kita sudah tersedia dan mencapai 1.000 meter lebih. Kendalanya dana tak ada,” ujar kepsek.

Kemudian, kendala lain yakni 50 persen dari jumlah siswa kondisi ekonomi wali murid mereka tak tetap statusnya, akibatnya banyak mereka tidak datang ke sekolah karena tidak miliki ongkos.

“Tentu ini membuat kita tak tega dan terkadang pihak sekolah yang menjemput ke rumah. Kita berharap pemerintah melalui wakil rakyat dapat memperhatikan hal ini. Agar mereka tak putus sekolah dan proses pendidikan bisa diikutinya,” paparnya.

Sementara, Anggota DPRD Padang, Rustam Effendi akan menyampaikan hal ini pada Wali Kota supaya bisa dicarikan solusinya. Ini demi masa depan anak dan mengurangi angka putus sekolah.

“Soal kekurangan sarana dan prasarana lanjutnya kita akan bantu nanti melalui pokir. Tentu pihak sekolah harus siapkan proposal,” sebutnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional