Close

Rupajang Sigap Berantas Pungli

Kepala Rutan Padangpanjang, Rudi Kristiawan.

PDG.PANJANG, METRO–Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pa­dang­panjang,  (Sumbar) menggulirkan program “Ru­pajang Sigap” (Rutan Padangpanjang Sigap) untuk memberantas praktik-pungutan liar alias pungli.

Program tersebut menjadi layanan keterbukaan informasi dan komunikasi dari pihak Rutan ke seluruh keluarga warga binaan via grup Whatsapp.

”Jadi seluruh keluarga warga binaan kami ga­bungkan dalam satu grup agar bisa menjalin komunikasi dengan kami,” kata Kepala Rutan Padang­pan­jang, Rudi Kristiawan.

Hal itu dikatakannya sa­at menerima kunjungan dari tim Kanwil Kemenkumham Sumbar yang me­laksa­na­kan tur pelayanan publik.

Ia mengatakan saluran komunikasi itu menjadi tempat mengawasi apa­pun bentuk praktik pungutan liar maupun pelanggaran lainnya yang dilakukan oknum petugas.

Ia mengatakan setiap harinya selalu diinformasikan kepada keluarga warga binaan bahwa seluruh pelayanan publik dari Rutan Padangpanjang dilakukan secara gratis tanpa pungutan apapun.

Jika ada oknum petugas yang menyimpang atau melanggar ketentuan ma­ka keluarga bisa mengajukan protes sekaligus me­ngadukannya.

”Setiap protes atau la­poran yang disampaikan oleh keluarga di dalam grup pasti akan kami tindak lanjuti dan diproses lebih lanjut,” tegasnya.

Rudi mengatakan program “Rupajang Sigap” tetap dibarengi dengan langkah pengawasan serta edukasi kepada petugas di Rutan Padang.

”Pegawai terus diingatkan agar tidak melakukan pelanggaran, pungutan liar, pemerasan, atau lainnya. Saya selaku pimpinan selalu menekankan bahwa perbuatan itu sudah tidak zamannya lagi,” tegasnya.

Selain “Rupajang Sigap” Rutan Padangpanjang juga menjalankan berbagai kegiatan pelayanan bagi warga binaan yang kini berjumlah sebanyak 158 orang.

Seperti dalam hal kesehatan, Rutan Padangpanjang telah memiliki pojok medis untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar secara gratis bagi bagi warga binaan, pegawai, atau pengunjung.

Program lainnya a­da­lah restorasi dapur bersih yang telah bersertifikat lengkap termasuk label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam bidang pembinaan kepribadian, Rutan Padangpanjang satu-satunya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sumbar yang menjadi cabang ponfok pesantren Muhammadiyah (Kampus 3 Potrenmu Kauman).

”Ke depan inovasi akan terus dilakukan demi me­ningkatkan kualitas pela­yanan publik, dibarengi dengan fungsi pengawa­san untuk mengantisipasi segala bentuk pelanggaran,” katanya.

Untuk diketahui, Rutan Padangpanjang merupakan satu dari 11 Satuan Kerja Kanwil Kemekumham Sumbar yang diusulkan meraih prediket Wila­yah Bebas Korupsi (WBK) pada 2021.

Mereka berhasil lulus dalam penilaian internal tingkat nasional oleh Kementerian Hukum dan HAM RI, dan saat ini me­nunggu penilaian dari Kemenpan-RB. (rmd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top