Close

Rumah Tangga Sumber Sampah Terbesar

MENGOLAH SAMPAH— Kader PKK Kota Solok tengah mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat.

SOLOK, METRO–Diperkirakan ada sekitar 40 persen  sampah yang terkumpul di TPA (Tempat Pembuangan A­khir)  terdiri dari sampah organik. Mulai dari sisa makanan, kayu, ranting, daun dan lain-lain, dan 69,5 persen  dari total sampah organik tersebut adalah sisa makanan. Sedangkan sumber sampah terbesar yaitu berasal dari rumah tangga yaitu sebanyak 42,3 persen.

Hal tersebut yang meng­gerakkan PKK Kota Solok untuk menggelar pelatihan pengelolaan sampah organik untuk rumah tangga. Sosialiasi dilakukan di aula kantor PKK Kota Solok dan diikuti kader ting­kat kecamatan hingga kelurahan.

“Sangat penting bagi masyarakat mempelajari cara pengelolaan sampah organik dari rumah ma­sing-masing. Apalagi, sam­pah organik sangat mudah busuk sehingga menghasilkan bau yang tidak enak,” kata ketua bidang Pokja III, Elsa Delfianto.

Menurutnya, dengan membekali ibu-ibu rumah tangga cara pengolahan sampah organik, akan membawa dampak yang sangat positif. Sampah rumah tangga tidak lagi menjadi beban, tetapi bisa dimanfaatkan sedemikian rupa dan membawa manfaat besar.

“Selama ini, rata-rata rumah tangga cukup dipusingkan dengan sampah. Sekarang kita bekali ba­gaimana cara mengolahnya menjadi produk berguna. Baik sebagai pupuk organik, serta pestisida ramah lingkungan,” ujar Elsa Delfianto.

Sementara itu, narasumber pelatihan, Syaifudin Islami memberikan penyuluhan lingkungan serta sosialisasi terkait penanganan dan pengelolaan sampah secara u­mum. Termasuk Bank sam­pah dan sampah organik yang bisa dijadikan Eco Enzyme.

Eco Enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pa­da dasarnya, eco enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran.

“Enzim dari “sampah” merupakan salah satu manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif,” ujar Syaifudin. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top