Menu

Rumah Produksi Uang Palsu Digerebek

  Dibaca : 168 kali
Rumah Produksi Uang Palsu Digerebek
UANG PALSU— Tiga orang yang ditangkap saat penggerebekan rumah tempat pembuatan uang palsu di Jorong Galanggang Tangah, Nagari Selayo dibawa ke Mapolres Solok.

SOLOK, METRO
Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, Tim Opsnal Satreskim Polres Solok menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat pembuatan uang palsu di Jorong Galanggang Tangah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Senin (2/11) pukul 15.30 WIB.

Dalam penggerebekan itu, petugas sempat mengamankan tiga yakni Nofit Antoni (36) dan F (17) pemuda putus sekolah dan seorang perempuan berinisial RW (36). Namun, dari hasil pemeriksaan, RW masih berstatus saksi, sedangkan Nofit Antoni dan F ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka Nofit merupakan warga Sawah Tangah, Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanahdatar dan tersangka F merupakan warga Gunung Pangilun, Kota Padang. Sedangkan saksi RW tercatat sebagai warga Sungai Kalu 1, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan KPGD, Kabupaten Solok Selatan.

Di dalam rumah yang digerebek, petugas juga menemukan barang bukti berupa ratusan lembar uang palsu pecahan 100 ribu. Jika disetarakan dengan uang rupiah asli, total uang palsu yang disita Rp 14,6 juta rupiah. Selain itu, berbagai peralatan untuk membuat uang palsu turut disita petugas.

Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Deny Akhmad Hamdani mengatakan, pihaknya sebelumnya dalam penangkapan mengamankan tiga orang. Namun untuk satu orang lainnya yang berada di lokasi penangkapan masih berstatus sebagai saksi dan kembali dipulangkan.

“Dua orang pelaku yang ditetapkan tersangka berinisial N (36) dan F (17) yang merupakan mantan pelajar. Untuk yang perempuan berinisial RWM (36) masih sebagai saksi. Hubungan antara tersangka dan saksi hanya sebagai teman,” kata AKP Deny, Rabu (3/11).

AKP Deny menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat di wilayah Kecamatan Kubung, terkait adanya peredaran uang palsu. Mendapatkan informasi berdasarkan laporan pengaduan di Polsek Kubung pada bulan Oktober lalu, dilakukanlah pendalaman dengan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan, kita mendapatkan keberadaan tersangka di salah satu rumah di Jorong Galanggang Tangah, Nagari Selayo. Setelah itu, kita lanjutkan dengan melakukan penggerebekan, hingga kedua tersangka berhasil ditangkap,” ungkap AKP Deny.

Ditambahkan AKP Deny, dari hasi penggeledahan, ditemukan beberapa barang bukti kertas uang palsu di dalam kamar tersangka. Uang palsu itu ada yang disembunyikan di bawa tempat tidur. Selanjutnya, dua orang tersangka dan satu saksi yang berada di rumah dibawa ke Mapolres Solok.

“Barang bukti yang kami sita 19 lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu dan 19 lembar uang kertas pecahan Rp100 ribu bagian belakang yang sudah diprint dan belum dipotong. Kita juga temukan 20 lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu bagian depan dan belakang yang sudah diprint dan belum dipotong,” ujar AKP Deny.

AKP Deny menuturkan, selanjutnya 31 lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu bagian belakang yang sudah dipotong. Berikutnya, 107 lembar uang kertas pecahan Rp100 ribu tampak depan yang sudah dipotong. Total dari penyitaan uang palsu ini sebesar Rp 14,6 juta.

“Kami juga menyita alat yang digunakan untuk memproduksi uang palsu di antaranya lem, amplas, gunting, penjepit kertas dan penggaris. Dari perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 36 ayat (1), (2), (3) juncto pasal 26 ayat (1), (2), (3) undang-undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang,” tegasnya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional