Menu

Rumah Gadang Disulap jadi Homestay, Sarana Akomodasi Murah untuk Wisatawan

  Dibaca : 131 kali
Rumah Gadang Disulap jadi Homestay, Sarana Akomodasi Murah untuk Wisatawan
PELATIHAN— Dinas Pariwisata Solok melaksanakan pelatihan sekaligus tata kelola kepada pemilik homestay, guna meningkatkan sarana pariwisata di Kabupaten Solok.

SOLOK, METRO
Keberadaan homestay sebagai sarana akomodasi murah kepada wisatawan, menjadi alternatif di daerah. Salah satunya menjadikan rumah gadang yang ada di beberapa nagari sebagai homestay. Sehingga dengan nilai-nilai budaya tersebut akan memancing wisawatan mancanegera mau berkunjung ke Ranah Minang ini.

“Bisnis homestay menjadi salah satu pendorong peningkatan jumlah wisatawan, namun disisi lain keberadaan homestay, sebenarnya masih butuh pembenahan, terutama segi pengelolaan,” ujar Bupati Solok Gusmal, kemarin.

Gusmal mengatakan, dengan pelatihan-pelatihan yang telah diberikan, diharapkan  bisa menambah wawasan peserta untuk peduli mengelola homestay. Dan meningkatkan pelayanan kepariwisataan, apalagi Kabupaten Solok mempunyai potensi objek wisata yang membutuhkan tangan-tangan terampil untuk mengembangkannya.

Pemkab Solok kembali melakukan pelatihan tata kelola homestay, pondok wisata dan rumah wisata. Dan melalui pelatihan ini diharapkan akan lebih mendorong perkembangan wisata daerah.

Kabupaten Solok memiliki potensi pariwisata yang cukup besar dan menjanjikan. Namun potensi besar itu belum tergarap secara maksimal karena keterbatasan sarana perhotelan. Dalam tiga tahun terakhir, termasuka 2019 ini, angka kunjungan wisata ke berbagai objek wisata yang ada di Kabupaten Solok selalu mencapai satu juta lebih pengunjung.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Nasripul Romika mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pengelola homestay maupun rumah gadang wisata, yang tersebar di beberapa kawasan dan nagari wisata Kabupaten Solok. Setidaknya ada 50 homestay di daerah Kabupaten Solok yang dapat dimanfaatkan pengunjung.

Pengelolaan homestay tersebut, terfokus pada homestay yang berada di kawasan wisata prioritas (Danau Kembar, Danau Singkarak, dan Arosuka) serta yang tersebar di nagari wisata budaya (Paninggahan, Jawi-Jawi Guguak dan Koto Anau). Dengan total jumlah yang terdata sebanyak 50 homestay.

Pelaksanaan pelatihan tata kelola Homestay, bertujuan meningkatkan sumber daya manusia ( SDM ) para pelaku dan pengelola homestay, serta meningkatkan kompetensi pengelola homestay dan memberi ruang untuk saling bersinergi dengan pelaku usaha pariwisata lainnya.

Menurutnya pengelola homestay harus mampu menerapkan nilai profesionalitas dalam pengelolaan, sehingga pengunjung mendapatkan kesan yang baik dari setiap kunjungan, sebab penginapan ataupun perhotelan tidak banyak di Kabupaten Solok, sedangkan angka kunjungan tiap tahunnya meningkat.

Saat ini dalam menunjang pengembangan pariwisata, pihaknya telah pembenahan  pada vila-vila, dan homestay yang ada di kawasan wisata, penerapan konsep homestay rumah gadang di nagari wisata budaya diharapkan menjadi daya tarik khusus bagi wisatawan.

“Karena itu, kita menyikapinya dengan membenahi sarana yang ada  dan menawarkan pengalaman beda, yakni rumah gadang sebagai penginapan, dan kita harap pengelola homestay bisa profesional dalam pengelolaan,” tambah Nasripul. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional