Menu

Rumah Ditimpa Kayu Sungkai, di Jo­rong Koto Baru, Keca­matan Payakumbuh,  Anak Meninggal, Ibu Patah Pinggang

  Dibaca : 180 kali
Rumah Ditimpa Kayu Sungkai, di Jo­rong Koto Baru, Keca­matan Payakumbuh,  Anak Meninggal, Ibu Patah Pinggang
DITIMPA POHON— Bupati Limapuluh Kota Safaruddin serahkan bantuan kepada kelurga korban yang ditimpa pohon tumbang.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Hujan deras disertai angin kencang Selasa (3/8) sore, menumbangkan po­hon sungkai hingga me­nimpa rumah semi per­manen berpenghuni di Jo­rong Koto Baru, dekat la­pangan bola Nagari Koto Baru Simalanggang, Keca­matan Payakumbuh, Kabu­paten Limapuluh Kota.

Nahasnya, seorang bo­cah bernama Velicia Zari Calestrin yang masih be­rusia enam tahun, tewas aki­bat tertimpa pohon yang membelah dua ru­mah tersebut. Sedangkan ibu­nya, Hemiza Sisrayeni (38) mengalami patah pung­gung.  Sementara, anak balita bernama Samudra yang berusia dua tahun berhasil selamat dari mu­sibah pohon tumbang ter­sebut.

Kejadian itupun sontak membuat warga setempat heboh dan langsung ber­datangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan kepada para korban. War­ga pun bahu-membahu menyingkirkan pohon yang menindih tubuh ibu dan anak tersebut berhasil di­eva­kuasi.

Hanya saja, korban Veli­cia Zari Calestrin kon­di­si­nya mengalami luka parah akibat terhimpit po­hon tumbang tersebut dan meninggal di lokasi keja­dian. Sedangkan ibunya yang mengalami patah tulang punggung langsung dilarikan ke RSUD Suliki untuk mendapatkan pera­watan medis.

Tak lama berselang, petugas BPBD pun tiba di lokasi dan langsug mela­kukan pemotongan terha­dap pohon yang tumbang itu dan melakukan pember­sihan. Sedangkan rumah korban, ambruk dan me­nga­lami kerusakan parah hingga tidak bisa lagi di­huni.

Pascakejadian, Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin juga datang ke lokasi keja­dian untuk menyerahkan bantuan berupa sembako dan terpal serta bantuan lainnya. Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan duka yang mendalam dan keluarga Helmiza sabar dalam menghadapi ujian ini.

Camat Payakumbuh, Jhonianto, menyebut pe­ris­tiwa naas itu terjadi sore hari ketika itu hujan deras disertai angin kencang turun di Lima Puluh Kota khususnya di Kecamatan Payakumbuh. Naas, ba­tang Kayu Sungkai be­rukuran besar yang be­rada dekat rumah Helmi, tumbang dan menimpa rumahnya.

“Ketika itu Helmi dan dua orang anaknya  se­dang istirahat di rumah tersebut. Ibu mengalami patah pinggang, dan seka­rang dirawat di RS Ahmad darwis Suliki dan satu  orang anak perempuan me­ninggal dunia umur 6 tahun dan seorang anak selamat berumur 2 minggu nama­nya Samudra,” ungkap Ca­mat Payakumbuh, Jho­nian­to, Rabu (4/8).

Disampaikan Jho­nian­to, kondisi Helmi yang dila­rikan ke RS Suliki, untuk mendapatkan perawatan medis akibat pinggangnya patah, masih sadarkan diri. Dan memang mem­butuh­kan perawatan yang in­tensif. Ia mengharapkan kor­ban yang dirawat cepat kembali pulih seperti se­mula.

“Material pohon sung­kai dengan ukuran besar yang membelah rumahnya sudah dievakuasi petugas. Bapak Bupati tadi sudah datang menyerahkan ban­tuan untuk keluarga Helmi. Mudah-mudahan semua­nya cepat membaik,” ha­rap­nya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional