Menu

Rumah Berdempetan Terbakar, Warga Dibuat Panik

  Dibaca : 165 kali
Rumah Berdempetan Terbakar, Warga Dibuat Panik
KEBAKARAN— Petugas Damkar berusaha memadamkan api yang memabakar tiga rumah di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.

PADANG, METRO
Kebakaran hebat melanda tiga unit rumah di Jalan DPR 4 RT 02 RW 07, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Selasa dinihari (27/10) sekitar pukul 01.10 WIB. Suasana tengah malam yang sunyi mendadak ramai dan menimbulkan kepanikan karena kawasan yang terbakar padat permukiman penduduk.

Sembari menunggu petugas Damkar datang ke lokasi, warga sempat bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya seperti ember dan gayung. Saat kebakaran terjadi, listrik di kawasan itu padam sehingga suasana menjadi gelap, sedangkan kobaran api membumbung tinggi ke langit terlihat sangat jelas.

Tak lama berselang, enam unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung dilakukan penyemprotan air ke titik api. Petugas berupaya menlokalisir api agar tidak merambat ke bangunan rumah yang berada di sampingnya. Hampir satu jam berjibaku, petugas Damkar berhasil pemadamkan api.

Berkat kesigapan petugas, satu unit rumah yang sempat terbakar berhasil diselamatkan sehingga hanya mengalami kerusakan ringan. Sedangkan dua unit rumah hanya tinggal puing berikut dengan barang-barang yang ada di dalam dua rumah itu ludes terbakar.

Kepala bidang operasi (Kabid Ops) pemadam kebakaran (Damkar) Kota Padang, Basril mengatakan, ada tiga unit rumah yang terdampak kebakaran yang terjadi di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung menerjunkan enam unit mobil pemadam ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman.

“Kejadian sekitar pukul 01.10 WIB. Awalnya, dari Damkar Kota Padang kita kerahkan dua unit armada dibantu satu unit dari Pos Koto Tangah serta Pos Kuranji untuk memadamkan api. Karena api cukup besar dan khawatir kebakaran masih meluas, kita tambah lagi sebanyak dua unit armada, sehingga totalnya ada enam unit,” kata Basril.

Basril menjelaskan pada sata terjadinya kebakaran menurunkan sebanyak 60 orang petugas. Dari tiga unit yang dilanda kebakaran, dua unit rumah ludes terbakar dan satu unit berhasil diantisipasi sehingga tidak habis terbakar. Di lokasi kebakaran, rumah-rumah warga berdempetan.

“Kita sempat kahwatir api merambat dan semakin meluas. Makanya, kita berupaya semaksimal mungkin untuk melokalisir api. Kesulitannya, yaitu apinya sangat besar dan warga terlalu ramai sehingga agak menganggu. Tapi, dibantu pihak Kepolisian yang mengamankan lokasi, pemadaman bisa dilakukan dengan cepat. Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk penyebab itu kewenangan Polisi,” ungkap Basril.

Karena kejadiannya pada malam hari, Basril menuturkan, arus lalu lintas tidak begitu ramai, sehingga armada bisa dengan cepat datang ke lokasi. Namun, ada juga kekhawatiran lain masyarakat yang mendekati lokasi kejadian kebakaran yang tak menerapkan protokol kesehatan yaitu tidak memakai masker sehingga rawan penyebaran Covid-19.

“Kita himbau masyarakat tidak mendekati lokasi kejadian kebkaran karena adanya wabah Covid-19. Kita juga himbau petugas untuk menjaga protokol kesehatan saat bertugas. Kalau ada petugas yang terpapar, maka petugas harus menjalani isolasi agar dapat sembuh, dampaknya kami akan kekurangan personel,” pungkas Basril. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional