Menu

Ruko Dibangun, Pohon Pelindung Dibakar

  Dibaca : 1166 kali
Ruko Dibangun, Pohon Pelindung Dibakar
Seorang warga di Pasaman yang tidak mematuhi protokol kesehatan disaksi push up.
pohon pelindung dibakar - web

Pohon pelindung yang berdiri kokoh dan menjulang di depan sebuah bangunan atau ruko, di kawasan Jalan Abdul Muis Jati, kemarin, terlihat habis dibakar. Diduga kuat, pohon pelindung sengaja dibakar.

A YANI, METRO–Bagaimana jika pohon pelindung ditebang karena kepentingan bisnis? Padahal, pohon pelindung berfungsi sebagai salah satu paru-paru kota. Nah, kondisi inilah yang kembali terjadi di pusat Kota Padang. Pohon pelindung di ruas Jalan Abdul Muis, Jati dibakar.

Pantauan POSMETRO, Jumat (25/9), pohon berukuran besar dan menjulang tinggi terlihat bekas dibakar. Pohon yang diperkirakan sudah berumur bertahun-tahun itu, berdiri di depan sebuah bangunan atau ruko yang dalam pengerjaan.
Ketika POSMETRO di lokasi, terlihat bekas jilatan api menjalar di bagian bawah pohon yang berdiri gagah tersebut.

Sehingga kulit pohon tersebut mengelupas dan terbakar. Meskipun api tersebut tidak menghabiskan pohon, namun hal ini tentunya menjadi masalah tersendiri. Pohon bisa saja mati.

Padahal, pohon pelindung yang sejatinya berfungsi untuk menjadi paru-paru kota, haruslah dirawat sedemikian rupa. Sehingga memudahkan warga untuk mendapatkan udara bersih. Namun kesadaran warga untuk melakukan pemeliharaan terhadap pohon pelindung tersebut masih sangat minim.

Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Padang Afrizal Khaidir, sangat menyayangkan terjadinya peristiwa pembakaran pohon pelindung tersebut.

”Pohon memiliki fungsi vital bagi kehidupan manusia, seharusnya pohon tersebut harus dirawat dan dipelihara agar tidak mati. Ini kok malah dibakar, kita berharap warga harus memiliki kesadaran terkait pentingnya keberadaan pohon tersebut,” ungkapnya kepada POSMETRO, Jumat (25/9).

Dikatakan, bahwa pembakaran tersebut jelas melanggar terhadap aturan dan undang-undang. ”Namun yang melakukan tindakan tegas terhadap pohon tersebut adalah wewenang Satpol PP. Kita selalu mengimbau warga agar selalu menjaga keberadaan pohon yang ada tersebut. Karena memiliki fungsi yang sangat vital terhadap kehidupan.

Apalagi saat ini sedang terjadi pemanasan global. Karena itu keberadaan pohon sangatlah dibutuhkan. Mengingat pohon bisa membantu mengurangi pemanasan global dan membantu menghasilkan kadar oksigen yang bagus,” pungkasnya.

Kasus pengrusakan terhadap pohon pelindung tak hanya satu kali ini saja terjadi. Sebelumnya, pada Mei lalu, pohon pelidung tak jauh dari Fakultas Kedokteran Unand, di Jalan Perintis Kemerdekaan, ditebang. Di depan pohon yang ditebang tersebut, persis berdiri bangunan swalayan Big Mart. Swalayan itu sudah selesai dibangun, namun belum beroperasi, ketika itu.

Penebangan pohon pelindung seenaknya, apalagi untuk kepentingan bisnis tentu melanggar undang-undang. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah pohon untuk tumbuh besar, dengan dedaunannya yang asri dan rimbun menyejukkan. Yang pasti, butuh waktu bertahun-tahun Namun, untuk membinasakannya hanya dibutuhkan waktu singkat, satu atau dua jam saja.

Kepala DKP Padang Afrizal Khaidir, yang dikonfirmasi saat itu mengakui jika pemotongan pohon pelindung di kawasan Jati itu, sengaja dipotong karena kondisi pohon sudah mulai tidak layak.

Kasus serupa juga terjadi di era pemerintahan Wali Kota Padang Fauzi Bahar. Sebuah pohon pelindung di depan KFC Jalan A.Yani, ditebang. Pemko menuntut pemilik KFC mengganti pohon itu sebesar Rp1 miliar. Penebangan pohon pelingdung diketahui melanggar Perda No 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum. Selain itu, juga melanggar UU tentang Lingkungan Hidup.

Afrizal juga menjelaskan, pohon pelindung yang berada di pinggir jalan raya dan di depan rumah warga, apablia telah mulai menggangu kenyamanan dan keindahan kota, untuk ditebang harus seizin dari DKP. Dan penebangan pun harus dilakukan oleh pekerja dari DKP.

”Saat ini pohon-pohon yang sudah mengganggu kenyamanan dan keindahan Kota Padang memang akan dilakukan pembersihan dan pemotongan. Pemotongan dilakukan terhadap pohon-pohon yang sudah mengganggu,” tuturnya.

Afrizal mengimbau kepada warga yang bermukim di tepi jalan untuk tidak memotong atau membakar pohon pelindung secara sembarangan.

“Kita hanya memotong pohon pelindung yang merusak keindahan dan mengganggu keselamatan warga kota,” lugas Afrizal. DKP berusaha memberikan pemahaman terhadap warga akan fungsi pohon pelindung. Dengan perubahan iklim ekstrem, dan cuaca panas, pohon pelindung memiliki arti penting. (o)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional