Menu

Rugikan Negara Rp13 M, Pengusaha Retail Diserahkan ke Jaksa

  Dibaca : 1335 kali
Rugikan Negara Rp13 M, Pengusaha Retail Diserahkan ke Jaksa
Seorang warga di Pasaman yang tidak mematuhi protokol kesehatan disaksi push up.
DJP Sumbar Jambi

Jumpa Pers DJP Sumbar Jambi saat penyerahan tersangka terduga pengemplang pajak di Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO–Dianggap merugikan negara sebesar Rp13 miliar, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumbar dan Jambi melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. Selasa (29/9), DJP yang sudah melakukan penyidikan menyerahkan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bukittinggi untuk disidik sesuai dengan hukum dan perundang-undangan.

Direktur Intelijen dan Penyidikan DJP Yuli Kristiyono, didampingi Kakanwil DJP Sumbar  dan Jambi M Ismiransyah M Zain, dalam keterangan persnya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bukittinggi, Selasa (29/9), usai penyerahan berkas serta tersangka ke Kejari Bukittinggi menyatakan kalau penyidikan yang sudah dilakukan DJP, berinisial YH, berkasnya sudah lengkap.

Dijelaskan Yuli, YP merupakan pengusaha yang bergerak di bidang retail di Kota Bukittinggi, menggunakan modus menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) yang isinya tidak benar atau tidak lengkap selama tahun pajak 2012. Bahkan, pengusaha tersebut tidak menyampaikan SPT Tahunan Orang Pribadi tahun pajak 2011 dan 2013.

”Berdasarkan modus-modus itu, kemudian dilakukan proses penyidikan. Dan setelah semua berkas lengkap langsung diserahkan ke Kejari Bukittinggi, termasuk pengusaha yang bersangkutan,” ungkap Yuli.

Pada proses tersebut terbukti, bahwa YH tidak kooperatif dalam melaksanakan kewajiban perpajakan dan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp13 miliar. Perbuatan Wajib Pajak (WP) tersebut melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf c dan d Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 jo Pasal 64 KUHP.

Terkait status pengusaha YH, dijelaskan Yuli Kristiyono, walaupun sudah diserahkan berkas, tapi YH tidak ditahan, karena bersikap kooperatif. Sementara Kasi Pidsus Kejari Bukittinggi Rahma SH menyebut, pengusaha YH segera diamankan ke LP Klas II A Bukittinggi. Karena berkasnya sudah lengkap dan tidak ada alasan untuk tidak dilakukan penahanan.

Sementara itu, Kakanwil DJP Sumbar dan Jambi M Ismiransyah M Zain menjelaskan, kasus yang terjadi sangat disayangkan. Pasalnya, penerimaan pajak yang bersumber dari rakyat dan pada akhirnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Tapi, kenyataannya masih ada saja masyarakat yang tidak menyadari dan mengetahui hal tersebut. Bahkan melakukan pelanggaran dan merugikan negara. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional