Menu

Rugikan Negara Rp 2 Miliar, Importir Gambir Pengamplang Pajak Ditahan Jaksa

  Dibaca : 560 kali
Rugikan Negara Rp 2 Miliar, Importir Gambir Pengamplang Pajak Ditahan Jaksa
Importir gambir, ED diserahkan oleh Kanwil DJP Sumbar-Jambi ke Kejaksaan Payakumbuh atas kasus tindak pidana perpajakan.

PAYAKUMBUH, METRO— Diduga melakukan pengemplangan pajak, seorang importir Gambir berinisial ED warga  Nagari Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, yang berstatus tersangka tindak pidana perpajakan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Rabu sore (19/5).

Penahanan terhad ED, dilakukan setelah diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatra Barat dan Jambi, Lindawaty melalui Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan (PPIP) Mahanto Aminanto.

Tersangka ED merupakan pengusaha yang bergerak di bidang penjualan produk gambir itu terdaftar sebagai wajib pajak di  Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Payakumbuh. Namun, ED diduga melakukan pengemplangan pajak (tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak).

Selain itu, tersangka ED juga diduga menyampaikan surat pemberitahuan dan atau keterangan yang tidak benar dan lengkap ke KPP Payakumbuh sehingga merugikan pada pendapatan negara sepanjang Januari 2016 hingga Desember 2017. Total kerugian negara ditaksir mencapai Rp 2 milira rupiah.

Atas perbuatannya itu, ED diduga melanggar Pasal 39 Ayat (1) huruf a dan huruf d UU RI Nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Memang benar kita melakukan penahanan terhadap tersangka ED. Penahanan dilakukan setelah pihak Kanwil DJP menyerahkan berkas perkara dan tersangka kepada kita,” jelas Kajari Payakumbuh, Suwarsono melalui Kasi Intel, Robby Prasetya, Kamis (20/5).

Robby juga menambahkan, penahanan langsung dilakukan di Lapas Kelas II B Payakumbuh karena dikuatirkan tersangka akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti jika tidak ditahan. “Penahanan badan dilakukan hingga dua puluh hari ke depan,” sebut Jaksa yang Pernah bertugas di Meranti Riau itu.

Sementara Kasi Pidsus, Satria Lerino menambahkan bahwa tersangka ED maupun pihak keluarga dan Penasehat Hukum belum mengajukan penangguhan penahanan hingga ED sampai di Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Namun hal tersebut bisa dilakukan belakangan.

“Belum, pihak keluarga ataupun penasehat hukum belum mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Namun hal tersebut bisa dilakukan menyusul. Tapi dikabulkan atau tidak, belum bisa dipastikan,” ucapnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional