Close

RT dan RW Garda Terdepan Pemerintah Kota Solok

PERTEMUAN— Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra melakukan pertemuan dengan ketua RW dan RT.

SOLOK, METRO–Wakil Wali Kota Solok, Rama­dhani Kirana Putra menilai keberadaan RW dan RT merupakan garda terdepan pemerintah kota untuk berhubungan langsung de­ngan masyarakat. Berkat bantuan RT, RW, segala masalah yang ada di tengah masyarakat akan dapat diselesaikan. “Kita akan terus berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat kita selalu terfasilitasi meskipun dalam keterbatasan. Kita memahami, kerja sebagai RT dan RW merupakan kerja sosial dan pengabdian ditengah masyarakat,” ujar Ramadhani.

Ramadhani ketika melakukan pertemuan dengan RT dan RW se-Kecamatan Lubuk Sikarah, bertempat di Aula Kantor Camat Lubuk Sikarah, kemarin berharap, RW dan RT lebih peka terhadap kondisi masyarakat sekitarnya. Temasuk dalam mengawasi warganya.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Lubuk Sikarah, Novri Aprilizen, Kabag Pemerintahan Setda Kota Solok Drs Hendri MSi, Camat Lubuk Sikarah Novri Aprilizen SSTP MSi dan Lurah se-Kecamatan Lubuk Sikarah

Pada kesempatan itu, dia juga memaparkan beberapa target capaian pemerintah yang menyang­kut masyarakat langsung. Seluruh masyarakat ber-KTP Kota Solok akan terfasilitasi dalam BPJS Kesehatan secara gratis melalui dana APBD Kota Solok. “Terget kita 31 Desember 2021 akan 100 persen masyarakat Kota Solok tercover BPJS Kesehatan,” tambah Rama­dhani.

Untuk saat ini lanjutnya sudah 96 persen warga yang terdaftar sebagai peserta BPJS. tinggal 4 per­sen lagi. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, cukup bawa KTP dan Kartu BPJS yang menunggak. Untuk kemudahan sudah menyediakan Pojok Layanan BPJS di Dinas Kesehatan Kota Solok.

Disisi lain Ramadhani juga me­nyampaikan bahwa masjid-masjid yang ada di Kota Solok semenjak 2016, sudah dibangun ulang seba­nyak 8 unit, pada tahun 2021 ini ada 3 masjid yang direnovasi.

Untuk urusan pendidikan Pemko Solok juga telah menjaring 200 orang anak-anak menjadi 25 orang. Dari 25 orang, akan melalui seleksi nasional dan akan disekolahkan gra­tis ke Timur Tengah. Setelah selesai pendidikan, mereka akan ditempatkan untuk menjadi Imam masjid, dan guru tahfiz di Kota Solok.

Dibidang pendidikan, Pemko Solok telah memprogramkan biaya pendidikan gratis bagi siswa sampai tingkat SLTA. Semenjak 2016, kewenangan SLTA pindah ke Peme­rintah Provinsi.  “Pemko Solok telah mengupayakan agar pendidikan gratis bagi siswa sampai ting­kat SLTA,” jelas Rama­dhani. ( vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top