Menu

RSUP M. Djamil Laksanakan Gebyar Vaksinasi untuk Anak, Vaksinasi sebagai Syarat Sekolah Tatap Muka

  Dibaca : 81 kali
RSUP M. Djamil Laksanakan Gebyar Vaksinasi untuk Anak, Vaksinasi sebagai Syarat Sekolah Tatap Muka
VAKSINASI ANAK— Gebyar vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun dilakukan di RSUP M Djamil Padang, Jumat (20/8). IDAI Sumbar pun meminta pemerintah daerah mewajibkan siswa ketika melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah, wajib telah melakukan vaksinasi.

JATI, METRO–Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar meminta pemerintah daerah mewajibkan siswa ketika melakukan proses pembelajaran secara tatap muka (luring) dibuka kembali di sekolah, wajib telah melakukan vaksinasi. Jika belum dilakukan vaksinasi, siswa hanya di­per­bolehkan mengikuti proses pembelajaran secara daring saja.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua IDAI Sumbar Dr. Didik Hariyanto, Sp.A(K) saat pelaksanaan Gebyar Vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun di RSUP M Djamil Padang, Jumat (20/8).

Dalam kesempatan ter­­sebut, Didik Hariyanto men­jelaskan, hal ini di­la­kukan untuk mengejar pen­capaian vaksinasi di Sum­bar yang pada saat ini tergolong ren­dah. Selain itu, vaksinasi Covid-19 un­tuk anak ber­tu­juan untuk proteksi bagi anak agar tidak terserang oleh Covid-19.

“Saat ini, angka kema­tian akibat Covid-19 telah mencapai 11 ribu lebih. Terhitung dari Juni, Juli, dan Agustus 2021 kami men­catat, 13 orang anak me­ning­gal akibat covid-19. Oleh karena itu, dengan melakukan vaksinasi ter­hadap anak yang berusia 12-17 tahun, di harapkan tidak ada lagi anak yang terpapar oleh Covid-19,” katanya.

“Oleh karena itu, kami meminta pemerintah me­ne­tapkan aturan vaksinasi Covid-19 menjadi syarat mutlak saat proses pem­belajaran luring di mulai. Jika belum melakukan vak­sinasi, diharapkan siswa mengikuti proses pem­be­lajaran secara daring sa­ja,”imbuhnya.

Direktur Umum SDM dan Pendidikan RSUP M Djamil Padang, Dr. Dr. Dovy Djanas, SpOG(K) me­wakili Direktur RSUP M Djamil Padang me­nam­bahkan, vaksinasi terhadap anak telah di canangkan sejak 1 Juli 2021 yang lalu. 

Pada saat itu, pe­me­rintah melalui dinas ke­se­hatan melaksanakan per­cepatan vaksinasi ta­hap tiga dengan menyasar anak yang berusia 12-17 tahun sebagai peningkatan imun tubuh agar tidak mu­dah terpapar dari Covid-19.

“Angka anak yang me­ninggal akibat Covid-19 pada saat ini melebihi ang­ka kematian lansia yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Selama Juli 2021 tercatat 600 anak di Indonesia meninggal akibat terpapar Covid-19. Oleh karena itu, kami dari dari jajaran direksi RSUP M. Djamil Padang sangat men­­dukung sekali ke­gia­tan vaksinasi Covid-19 ter­hadap anak yang berusia 12-17 tahun,” jelasnya.

Walikota Padang Hen­dri Septa dalam kesem­patan tersebut, sangat men­dukung ide dari IDAI Sum­bar yang meminta vak­sinasi terhadap siswa yang akan mengikuti pem­belajaran luring di sekolah. Apalagi, kasus kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia cukup tinggi.

“Saya mendukung se­kali kegiatan vaksinasi anak ketika proses pem­belajaran secara luring dibuka kembali. Apalagi ide ini pertama di Indonesia. Kita akan lakukan so­sia­lisasi dan pem­belajaran lebih lanjut tentang kewa­jiban vaksinasi terhadap siswa yang akan mengikuti pembelajaran secara luring,” ucapnya.

RSUP M Djamil Padang menyelenggarakan ge­byar vaksin Covid-19 kepa­da anak yang berusia 12-17 tahun. Sebanyak 500 orang anak menjadi target dari RSUP M Djamil Padang saat menyelenggarakan gebyar vaksin Covid-19. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional