Menu

RS Siti Rahmah Putus Kerja Sama dengan BPJS, Warga Bingung mau Berobat Kemana lagi

  Dibaca : 3298 kali
RS Siti Rahmah Putus Kerja Sama dengan BPJS, Warga Bingung mau Berobat Kemana lagi

AIAPACAH, METRO – Sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Padang satu persatu menghentikan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Setelah Semen Padang Hospital (SPH) mengakhiri kerja sama sejak 2 Januari 2019 lalu, sekarang giliran RS Sti Rahmah yang tak akan lagi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan tersebut.

Pemutusan hubungan kontrak kerja sama itu mulai berlaku Januari 2020. Diputusnya kerja sama tersebut membawa kabar duka bagi pasien yang biasa berobat ke rumah sakit yang terletak di kawasan By Pass tersebut.

Seperti diungkap Rini (35), warga Kecamatan Kototangah yang sering berobat ke RS Siti Rahmah. Ibu satu anak ini, mengaku semakin hari semakin bertambah rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan BPJS.

“Iuran BPJS naik tahun depan, tapi rumah sakit semakin sedikit yang bekerja sama dengan BPJS. Mau kemana lagi kami berobat,” ujarnya kepada POSMETRO Senin (9/12).

Hal yang sama diutarakan, Vina ( 34), pasien yang juga sering berobat ke RS Siti Rahmah. Dia bingung mau berobat kemana lagi jika semakin banyak RS yang memutus kontrak kerja sama dengan BPJS.

“Saya biasanya berobat ke Siti Rahmah. Tapi dari kabar yang ada, Januari nanti sudah tidak ada kerja sama lagi. Padahal itu fasilitas kesehatan yang terdekat dari rumah saya,” kata Vina.

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Padang, Asyraf Mursalina menghimbau pasien BPJS yang sudah terlanjur berobat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Rahmah untuk tidak khawatir.

Lebih lanjut, Asyraf mengatakan, terhitung dari tanggal 1 Januari 2020, baru berakhirnya kerja sama BPJS Kesehatan dengan mitranya RS Siti Rahmah. Sehingga pasien BPJS yang berobat sebelum tanggal tersebut masih ditanggung.

“Masyarakat perlu mengetahui, kita per tanggal 1 Januari 2020 tidak bekerja sama lagi dengan RS Siti Rahmah, untuk semua kelas, sehingga jangan merujuk pasien BPJS kesana terhitung dari tanggal tersebut,” terangnya.

Dijelaskan, kontrak kerjasama dengan RS Siti Rahmah akan berakhir pada 31 Desember 2019. Selama itu, semua layanan terhadap pasien JKN KIS akan terus berlangsung. Setelah itu, pasien JKN KIS yang selama berobat di Siti Rahmah dialihkan ke sejumlah fasilitas kesehatan lain.

“BPJS diberikan kewenangan oleh Undang-Undang, untuk melanjutkan kerja sama atau tidak pada setiap fasilitas kesehatan,” terangnya.

Ditambahkanya, kerja sama dengan rumah sakit swasta sifatnya sukarela, sama-sama suka dan sama-sama rela. Untuk itu harus tercapai kesepakatan antara BPJS Kesehatan dengan setiap fasilitas kesehatan.

“Kalau sudah tercapai kata sepakat baru kita kerja sama lagi” ujarnya

Saat ini, BPJS Kesehatan Padang memiliki 26 fasilitas kesehatan setelah berakhir kerja sama dengan RSI Siti Rahmah. Wilayah faskes BPJS Kesehatan Padang meliputi Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Pesisir Selatan dan Mentawai.

Terbaru, BPJS Kesehatan Padang bekerja sama dengan RS Hermina. Hadirnya rumah sakit yang terletak di Jalan Khatib Sulaiman itu akan menambah pilihan bagi peserta JKN KIS untuk berobat.

Di sisi lain, kerja sama dengan RS Semen Padang yang sempat terhenti, pada 2020 mendatang direncanakan akan kembali berlanjut. “Insyaallah kerja sama dengan RS Semen Padang akan kembali berlanjut tahun depan,” imbuhnya.

Di samping itu, BPJS Kesehatan cabang Padang juga memastikan bagi pasien yang rutin berobat di Siti Rahmah akan dilakukan pengalihan selama bulan Desember ini.

“Pertama kali kita lakukan adalah pengalihan pasien-pasien rutin, itu yang harus kita pastikan. Tanggung jawab kami adalah memastikan pasien yang membutuhkan pelayan itu tetap terlayani,” sebutnya.

Saat ini, BPJS Kesehatan Padang memiliki 26 fasilitas kesehatan setelah berakhir kerja sama dengan RSI Siti Rahmah. Wilayah faskes BPJS Kesehatan Padang meliputi Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan Mentawai.

Terbaru, BPJS Kesehatan Padang bekerja sama dengan RS Hermina. “Pasien rutin fokus kita yang utama, seperti pasien hemodialisa (cuci darah) dan pasien fisioterapi, itu kita sudah melakukan pemetaan. Selama bulan Desember ini melakukan pengalihan, pasien hemodialisa harus pindah kemana dan pasien fisioterapi pindah kemana. Itu yang harus kita sampaikan kepada masyarakat supaya masyarakat mengetahui,” tukasnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional