Close

Rp 20 T Untuk Pembangunan Jalan Tol, Rumah Gadang dan Museum Candi Hingga Landscape Masjid Agung

BERSAMA—Bupati Dharmasraya Sutan Riska yang juga Ketua Umum APKASI bersama Presiden Joko Widodo, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat Pembukaan Apkasi Otonom Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor.

DHARMASRAYA, METRO–Menjelang usia kabupaten Dharmasraya Pro­vinsi Sumatra Barat ke 18 tahun pada 7 Januari 2022 nanti, sejumlah kado manis terus dipersembahkan o­leh pemerintah daerah dan pusat melalui Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Wakil Bupati Dasril Panin Dt Labuan. Hal ini terlihat dari disetujuinya sejumlah me­ga proyek pembangunan infrastruktur dengan anggaran APBN yang diper­kirakan  mencapai Rp 20 Triliun. Masuknya anggaran besar dari pemerintah pusat untuk kabupaten Dhar­masraya ini menjadi bukti  sinergitas antara pemerintah pusat dan peme­rintah daerah dalam pe­merataan akses gunan menunjang perekonomian masyarakat.

Meskipun di tengah pan­demi covid19, menye­babkan pembiayaan pembangunan infrastruktur tidak bisa dibebankan kepada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Sedangkan upaya pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan maupun infrastruktur skala prioritas lainnya harus terus dilanjutkan.  Hal ini membuat pemerintah daerah terus mengupayakan bantuan pembiayaan anggaran oleh kementrian terkait atau melalui dana APBN. Tak tanggung-tanggung, kucuran pembiayaan anggaran APBN yang diberikan diperkirakan mencapai Rp 20 Triliun untuk se­jumlah mega proyek infrastruktur di kabupaten Dharmasraya.

Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat dikomfirmasi usai  Lauching APKASI Otonom Expo 2022 di Medan Kamis (18/11) me­nyebutkan bahwa sejumlah ppembangunan infrastruktur di Dharmasraya telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian  “Alhamdulillah untuk pembangunan jalan tol Dharmasraya – Rengat telah disetuji oleh Mentri PUPR dan dibahas dalam restra untuk dilaksanakan pada tahun 2022,” ujar Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan  “Pembangunan Tol  Dharmasraya – Rengat ini diyakini mampu meningkatkan e­konomi di Sumatera Barat. Karena tidak hanya Dharmasraya yang bakal me­rasakan dampaknya, tetapi juga beberapa kabupa­ten dan kota lainnya di Sumatera Barat, akan me­rasakan dampak positif­nya.

Selain Kabupaten Dharmasraya, lanjutnya diper­kirakan daerah lainnya di Sumatera Barat juga  bakal turut merasakan dampak positif adanya tol Dharmasraya-Rengat tersebut. “Seperti bagi Kabupaten Sijunjung, Sawahlunto, Solok, Kota Solok, Solok Selatan dan Pesisir Selatan, bila daerah ini sudah terhu­bung dengan Solok Selatan, “ ujarnya Begitu juga dengan provinsi tetangga yakni Riau dan Jambi, juga bakalan merasakan dam­paknya. “Jadi wilayah te­ngah Sumatera akan berdampak secara ekonomi dengan pembangunan fee­der tol tersebut,” tegas Sutan Riska.

Dikatakannya adanya dukungan dari pemerintah pusat itu, adalah bentuk harapan dari masyarakat di Dharmasraya, agar se­gera adanya tol untuk mem­perlancar akses trans­por­tasi dari kabupaten dan kota sekitar. “Jadi kelancaran transportasi akan mem­permudah dae­rah-daerah tersebut menjual hasil pertanian dan produk daerah lainnya,” ujar bupati dua periode ini.

Sutan Riska menjelaskan adapun panjang jalan untuk pembangunan tol Dharmasraya-Rengat itu sekitar 137 kilometer, dari Dharmasraya hingga ke Rengat (Inhu). Untuk me­lakukan pengerjaan jalan itu, diperkirakan membutuhkan biaya pembangunan sekitar Rp 130 miliar sampai Rp 150 miliar per kilometer. “Jadi biaya yang dibutuhkan itu berkisar Rp 19 triliun sampai Rp 20 triliun,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyambut baik usulan dari Pemda Dharmasraya dan Pemprov Riau agar pemerintah membangun jalan tol Rengat – Dharmasraya. Basuki mengatakan hal itu pada rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengemba­ng­an Wilayah Provinsi Riau secara virtual bersama Kemenko Maritim dan Investasi dan Pemprov Riau. “Usulan ini bagus, karena rute itu jalan keluar dari Sumbar untuk bisa terhubung ke Riau langsung, daripada lewat Pangkalan agak jauh,” ujarnya Rabu (28/7/2021).

Basuki mengakui pro­yek tol Rengat – Dharmasraya nantinya bisa menjadi penghubung Riau de­ngan Sumbar lewat jalan bebas hambatan. Pemba­ngunan lainnya sambung Sutan Riska pembangunan saluran irigasi, pelebaran jalan nasional, lansdcape Islamic Center, pembangunan Rumah Gadang hing­ga akses tol Dharmasraya (Sumbar) – Rengat (Inhu Riau) juga telah di­setujui oleh kementerian PUPR.  “Kita juga telah mendapatkan bantuan pem­bangunan lenscape Islamic center, Pemba­ngunan Rumah Gadang Terbesar di Indonesia disamping masjid Agung Dhar­masraya yang bakal dimulai pada tahun 2022. Dan telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo melalui Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono, “ ungkap Sutan Riska yang juga Ketua Umum APKASI tersebut.

Selain itu, lanjutnya kita juga telah mendapatkan persetujuan dan akan menerima bantuan dari kementrian untuk pemba­ngunan Museum Candi di Dharmasraya melalui angga­ran APBN tahun 2022. “Pendirian Museum Candi sangat positif. Keberadaannya juga akan mampu memberi efek bagi peningkatan pengunjung sehingga mampu memberikan pemasukan bagi pendapatan daerah serta peningkatan perekonomian masyarakat sekitar, “ ujar Sutan Riska yang juga Raja dari Kerajaan Koto Besar itu.

Selanjutnya, Kata Riska, kementrian PUPR juga telah menyetujui pelebaran jalan nasional di lintas Sumatra wilayah Kabupa­ten Dharmasraya sepanjang 4 kilometer.  “InshaAllah, pelebaran jalan nasio­nal sepanjang 4 Kilometer juga telah disetujui oleh Pak Mentri,” ujarnya Sutan Riska menyebutkan bahwa didapatkanya bantuan da­na pusat ini merupakan berkat ikhtiar dan doa masyarakat kabupaten Dharmasraya.  “Ini bentuk ikhtiar kita melalui pemerintah daerah dan tentunya berkat doa masyarakat Dharmasraya. Karena niat kita untuk menjadikan Dhar­masraya yang maju mandiri dan berbudaya,”  Bupati Sutan Riska juga mengharapkan dukungan penuh masyarakat agar pembangunan infrastruktur melalui dana pusat ini dapat kita selesaikan de­ngan baik.  “Untuk itu, mohon dukungan masya­ra­kat, DPRD, termasuk tokoh tokoh serta ninik mamak. Apabila kita semua bersatu, saya yakin mimpi mimpi baik kita untuk Dharmasraya bisa menjadi kenyataan. Mari bersama kita kuatkan niat untuk memajukan Dharmasraya, semoga ke depan jauh lebih baik lagi, “ pungkasnya (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top