Menu

Rokok Tanpa Cukai Marak lagi di Pasaman

  Dibaca : 1766 kali
Rokok Tanpa Cukai Marak lagi di Pasaman
Kasat Lantas Polres Pariaman Iptu Anggy Pra­setiyo
Cukai rokok palsu

ilustrasi

PASAMAN, METRO–Rokok tanpa cukai kembali marak beredar di Pasaman. Kini, rokok beragam jenis merek itu dijual bebas oleh pedagang sehingga mudah didapati.

Salah satu peminat rokok ini, Syafman Edi, menjatuhkan pilihannya untuk membeli rokok tanpa cukai itu. Selain nikmat, harga rokok jenis ini juga terjangkau, karena lebih murah dari harga rokok pakai cukai. “Lebih enak, nikmat ketika dihisap. Demikian juga isinya lebih banyak dan harga terjangkau,” tutur warga Lubuksikaping, Rabu (27/1).

Rokok tanpa cukai di Kabupaten Pasaman, sudah pernah ditangkap oleh Satreskrim Polres Pasaman pada Mei 2015 lalu, ratusan slof rokok, dengan nilai ratusan juta diamankan. Diketahui, rokok itu dikirim oleh seseorang dari Batam, Kepri.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Pasaman AKBP Agoeng S Widayat kaget begitu mengetahui rokok tanpa cukai masih beredar di Pasaman. Ia mengatakan, akan menelusuri praktik jual beli rokok ilegal itu. “Dilidik dulu. Jika yang seperti itu harus tangkap tangan, darimana produksinya,” kata Kapolres Agoeng didampingi KBO Reskrim Iptu Tirto Edi.

Ia pun mengatakan, akan meminta keterangan sejumlah pedagang rokok yang memperjualbelikan rokok tanpa cukai itu, guna mengusut dari mana asal rokok. “Jika sudah ditelusuri, kita baru tahu pihak mana yang memperjualbelikan, siapa pemasok dan dari mana asal rokok itu (produsen),” ujarnya.

Pihaknya, kata dia, pernah mengamankan rokok tanpa cukai itu dari sebuah operasi. Namun, hanya sampai pada tingkat penyelidikan. Sementara untuk proses penyidikan menjadi wewenang pihak bea cukai.

“Usai disita, rokok ilegal itu dikembalikan lagi ke bea cukai di Pekanbaru. Mereka sebagai PPNS yang berhak menangani kasus itu. Sebagian lagi disisihkan sebagai barang bukti,” ujar Kapolres.

Ia mengakui, tidak melakukan penahanan terhadap pelaku. Pihaknya, kata dia, hanya memintai keterangan dan menyita rokok tersebut sebagai barang bukti. “Tidak ada penahanan terhadap pelaku. Jika kesalahan administrasi, maka dicabut izinnya dan bagi pelaku bisa dikenakan denda,” kata Iptu Tirto Edi.

Pengawasan, kata dia, akan terus dilakukan. Kapolres pun langsung memerintahkan aparatnya untuk melakukan pemantauan peredaran rokok tanpa cukai di wilayah itu. “Saya akan perintahkan, intel bergerak. Cari tahu, rokok itu asalnya dari mana. Karena jelas, praktik ini merugikan negara,” tukasnya.

Pantauan POSMETRO, keberadaan rokok ini diperjualbelikan dengan bebas di sejumlah warung di daerah itu. Seperti, rokok Luffman, Bosmild, Scootmild, H-Mild, A Mild dan Evolution. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp8 ribu per kotak. (y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional