Menu

Risky Penderita Hidrocepalus, IKTD Provinsi Lampung Salurkan Bantuan Pengobatan

  Dibaca : 65 kali
Risky Penderita Hidrocepalus, IKTD Provinsi Lampung Salurkan Bantuan Pengobatan
bantuan— Perantau IKTD Provinsi Lampung bersama Emi Irdinansyah saat menyerahkan bantuan. ((chandra antoni))

BATUSANGKAR , METRO – Risky (7) anak penderita penyakit Hydrocepalus atau penumpukan cairan di rongga otak, mendapatkan berkah yang sangat luar biasa dari Allah SWT. Pengurus Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Provinsi Lampung yang mendapat informasi tentang kondisi Risky akhirnya memberikan bantuan untuk biaya Pengobatan.

Risky yang merupakan pertama dari pasangan suami-isteri Yusrizal dan Sri Aldavera berasal dari keluarga yang tidak mampu. Berita tentang penyakit yang dideritanya telah tersebar melalui jejaring media social.

Ketidakmampuan kedua orang tuanya untuk membawanya berobat ke rumah sakit karena keterbatasan biaya mengundang perhatian ratusan bahkan ribuan orang. Termasuk ketua umum IKTD Provinsi Lampung Hj. Merry warti.

Mery bersama segenap pengurus IKTD Provinsi Lampung, bertemu langsung dengan ketua PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah Tarmizi di Indo Jolito seusai melaksanakan shalat Idul Adha dan menanyakan kebenaran berita tersebut.

Dan apa yang dibacanya di facebook ternyata benar adanya, bahwa Risky sang bocah malang itu memang sedang mengalami sakit dan butuh uluran tangan para dermawan untuk biaya pengobatannya yang tidak sedikit.

Kemudian atas ajakan ketua PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah Senin (12/08) rombongan PKK Kabupaten Tanah Datar dan IKTD Provinsi Lampung bertolak menuju kediaman Risky di Jorong Duek Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara.

Mery mengutarakan maksud kedatangannya IKTD Lampung yang berkeinginan mengambil Risky sebagai anak angkat dan akan membantu biaya pelunasan tunggakan BPJS Risky. Selain itu IKTD Provinsi Lampung setiap bulannya juga akan membantu biaya pengobatan serta kebutuhan Risky lainnya.

Niat baik ini lantas disambut haru bercampur bahagia oleh orang tua Risky, bahkan Sri Aldavera sampai menitikkan air mata mendengar apa yang disampaikan oleh Mery.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami Risky, kami akan menjadikan dia sebagai anak angkat IKTD Lampung dan membantu biaya rutin serta biaya BPJS yang menunggak,” kata Mery.

Sementara itu, Emi Irdinansyah mengatakan, sebagai ketua TP PKK Kabupaten dia merasa prihatin dengan penyakit Hydrocepalus yang diderita oleh Risky. Ia berharap dengan bantuan yang diberikan IKTD Lampung sekaligus Owner dari Emersia Hotel tersebut mampu meringankan beban yang dialami Risky dan keluarga.

Sementara ibunda Risky, Sri, menceritakan bahwa dari lahir anaknya tidak ada kelainan sama sekali. Namun menginjak usia baru 2 bulan Risky kecil sering mengalami demam tinggi, namun dia tidak mengira kalau anaknya cuma menderita sakit demam biasa sehingga hanya dibawa berobat kampung saja.

Namun lama kelamaan kepala Risky semakin membesar secara tidak wajar bahkan sampai sebesar rice cooker. Ini terjadi setelah pada usia 7 bulan, lalu dia membawa anaknya berobat ke dokter spesialis anak di Batusangkar.

Dari sinilah Risky lantas dirujuk ke rumah sakit M Ali Hanafiah Batusangkar dan diketahui bahwa penyakit yang diderita Risky adalah Hydrocepalus. Dokter rumah sakit M Ali Hanafiah lantas merujuk Rizki ke RSUP M. Djamil Padang untuk di operasi.

“Kemudian Risky yang berusia sembilan bulan waktu itu berhasil dioperasi dengan pemasangan selang di kepalanya, dengan biaya pengobatan ditanggung dari Jamkesda sementara dengan limit satu bulan,” ujarnya.

Ia mengaku setelah operasi pertama tersebut, dokter menyarankan Risky untuk dioperasi kembali setelah 5 tahun dan setelah 5 tahun berlalu masih ada tenggang waktu selama 6 bulan yang jatuh tempo sekitar bulan Juni yang lalu. Namun karena tidak ada biaya ditambah BPJS menunggak sekitar 3 tahun Risky akhirnya batal dioperasi.

Ia mengaku, untuk keperluan sehari-hari saja pas-pasan dan terkadang malah kurang. Dia bersama suami yang berkerja sebagai buruh tani terkadang terpaksa bergantian pergi ke sawah untuk berkerja karena kondisi Rizki yang tidak bisa ditinggal sendirian di rumah.

Sri juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang tulus atas bantuan yang telah diberikan oleh IKTD Provinsi Lampung yang menurutnya sangat besar dan tidak mungkin terbalas olehnya.(ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional